Gandeng Blibli.com Densus Fasilitasi Mantan Napiter Berjualan Online

By

Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri melalui Direktorat Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) terus melakukan pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme (napiter), napiter maupun keluarganya. Salah satunya dengan memfasilitasi mereka untuk belajar sekaligus mengelola toko online, menggandeng perusahaan e-commerce Blibli.com.

Wilayah Jawa Tengah jadi tempat pertama kerjasama itu dikembangkan. Rabu 28 Juli 2022, Unit Idensos Densus 88 Satgas Wilayah Jawa Tengah memfasilitasi dengan memberikan pelatihan pengelolaan toko online kepada mantan napiter di wilayahnya.

“Kami lakukan pembinaan terus-menerus pada saudara-saudara kita, didampingi, tentunya bertujuan mengentaskan permasalahan sosial ekonomi mereka, anak-anak mereka. Tujuannya meningkatkan kualitas hidup utamanya dalam berwirausaha,” kata Direktur Idensos Densus 88/Antiteror Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto ketika membuka kegiatan pelatihan itu di Semarang.

Arif menyebut, wirausaha tentu punya saingan, baik yang konvensional maupun online. Namun demikian, dia berpesan bagi para peserta pelatihan untuk terus berupaya menyerap ilmu dari pelatihan yang digelar agar bisa bersaing secara baik dalam berbisnis.

“Ini juga berjihad untuk menjadikan keluarga-keluarga maju. Diharapkan ini jadi role model, jadi contoh bagi saudara-saudara kita yang lain,” lanjutnya.

Bagi Polri, khususnya mereka yang bertugas di Idensos, sebut Arif, kerjasama seperti ini juga menambah ilmu. Mereka jadi tahu bagaimana cara berbisnis.

“Ini juga hal yang positif sendiri bagi kita, barokahnya mendampingi kita jadi tahu (cara berbisnis), kan tidak selamanya kita jadi polisi,” kata Arif.

Bersemangat

Pada pelatihan di Kota Semarang itu, ada eks napiter di Jawa Tengah yang ikut kegiatan itu; Avik Rizal Fattah, Gilang Nabaris, Ika Puspitasari dan suaminya Ahmad Supriyanto, Amir Mahmud, Sri Pujimulyo Siswanto, Andre Kurniawan, Supyanto, Wachidun Triyono alias Azzam hingga Joko Priyono alias Karso.

Mereka datang ke lokasi pelatihan dengan membawa contoh produknya. Mulai dari kue brownis, sandal, emping, tanaman hias, madu, celengan, makanan ringan, kaca mata hingga melon premium.

Mereka terlihat antusias mengikutinya, aktif bertanya bagaimana membuat akun jualan, packaging produk yang baik, cara promosi, bahkan hingga bertanya bagaimana mematenkan merek dagang produk mereka.

“Pelatihan ini berguna sekali bagi kami yang rata-rata sedang belajar berbisnis, apalagi online. Kami jadi tahu bagaimana berjualan online,” ungkap Ika Puspitasari, satu-satunya perempuan yang hadir pada pelatihan itu.

Dia sendiri bersama saudara-saudaranya merintis berjualan kue, termasuk produk lain yang akan digarapnya yakni kain ecoprint.

Direktur Idensos Densus 88/Antiteror Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto (kaus hijau) berjabat tangan dengan Joko Priyono alias Karso, salah satu mantan napiter yang ikut pelatihan pengelolaan toko online.

Di ruangan pelatihan, mereka bersama panitia maupun peserta mencicipi contoh produk kuliner yang dibawa. Misalnya, kue brownis hingga melon premium dinikmati bersama.

“Manis sekali melonnya,” ungkap Joko Priyono alias Karso ketika mencicipi melon premium yang dibawa Andre Kurniawan.

Hal yang sama juga diucapkan Brigjen Arif. “Kualitas melonnya bagus, manis sekali,” ucap Arif.

(Baca juga: Densus 88 Dukung Usaha Eks Napiter agar Lebih Baik dan Mandiri)

Perwakilan dari Blibli.com Samsul Arif, mengemukakan pihaknya membuat konsep mal dalam berjualan. Pada paparannya, pihaknya mempunyai 26juta pelanggan rutin, 160juta traffic bulanan, 68ribu brand hingga mempunyai lebih dari 20 gudang untuk distribusi di seluruh Indonesia.  

Soal online, sebagaimana dipaparkan Samsul, dari total populasi penduduk Indonesia 268,2juta jiwa, ada 150juta jiwa menjadi pengguna internet yang 130juta di antaranya adalah pengguna aktif media sosial. Itu adalah peluang tersendiri untuk berbisnis online.

“Jualan online itu hemat biaya, nyaman, ragam variasi pilihan hingga hemat waktu,” kata Samsul.

Pihaknya, sebut Samsul, berkomitmen membantu para peserta mulai dari membuat akun jualan, packaging, promosi hingga posting.

“Yang penting teman-teman ini komitmen,” pesannya.

Kepala Subdirektorat Penindakan I Direktorat Penindakan Densus 88/Antiteror Polri Kombes Pol. I Gusti Agung Dwi Perbawa Nugraha, tampak antusias mendampingi peserta.

“Apa yang sudah diinisiasi Kadensus ini tentu sangat baik. Prinsipnya kita mau mandiri, mau belajar, sehingga yang bisa dirintis bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkap Iga, sapaan akrabnya.  

Para peserta pelatihan berfoto bersama dengan panitia maupun pemateri kegiatan.

Kepala Unit Idensos Densus 88/Antiteror Polri Satgas Wilayah Jawa Tengah, AKBP Bambang Prasetyanto mengucapkan terimakasih bagi para pihak yang bekerja sama sehingga kegiatan di Semarang itu terselenggara.

“Kami bekerja sama dengan Intelmobda Jawa Tengah, juga dari KPP (Kreasi Prasasti Perdamaian),” kata Bambang.

Pihaknya, sebut Bambang, tentu akan terus melakukan pendampingan bagi mereka yang ada di Jawa Tengah. Termasuk para mantan napiter dan keluarganya, yang nantinya akan berwirausaha.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like