Kebijakan Perlindungan Anak

By

PENDAHULUAN

Tujuan

Kebijakan ini memberikan kerangka kerja bagi perusahaan untuk mencegah kemungkinan bahaya bagi anak-anak selama masa pengoperasian perusahaan.

Kerangka kerja ini akan menjamin bahwa semua orang yang terlibat dalam pengoperasian perusahaan sadar akan tanggung jawabnya dalam mencegah bahaya apapun terhadap anak-anak.

Cakupan

Kebijakan ini menjabarkan langkah-langkah yang akan diambil oleh perusahaan untuk memastikan keamanan anak. Hal ini juga mencakup tindakan dari pihak manajemen dan karyawan, serta orang-orang yang bekerja di bawah kontrak.

 

KOMITMEN TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK

Perusahaan berkomitmen pada keamanan dan perlindungan semua anak yang terlibat dalam pekerjaan yang dilakukan dan perusahaan meyakini bahwa semua anak memiliki hak untuk terbebas dari segala bentuk kekerasan, penyiksaan, dan eksploitasi.

Lebih lanjut, perusahaan menghargai dan menerima perbedaan sosial-budaya di negara tempat perusahaan ini bekerja dan menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam bekerja. Dengan demikian, perusahaan berkomitmen terhadap perlindungan anak dan kerangka kerja ini dibangun atas prinsip utama perusahaan untuk menghormati setiap individu dalam segala aspek pekerjaan.

“Anak” atau “Anak-anak” merupakan seseorang atau orang-orang berumur di bawah 18 tahun, kecuali hukum negara tertentu menetapkan usia legal dewasa lebih muda.

 

PRINSIP PANDUAN

Tidak Ada Toleransi Terhadap Penyiksaan dan Eksploitasi Anak

Segala bentuk penyiksaan anak (termasuk mengakses dan kepemilikan atas pornografi anak) tidak dapat diterima dan dapat mengakibatkan tindakan pendisplinan termasuk pemutusan hubungan kerja atau dilaporkan kepada lembaga penegak hukum.

Menilai dan Mengatur Risiko dan Dampak dari Perlindungan Anak

Perusahaan menyadari bahwa terdapat potensi resiko terhadap anak-anak dalam beberapa area pekerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu, perusahaan telah melakukan penilaian secara berkala untuk mengatur resiko yang terkait dengan perlindungan anak di dalam pekerjaan yang dilakukan.

Tanggung Jawab Bersama dalam Perlindungan Anak

Manajemen, karyawan, rekan kerja, atau pihak-pihak lain yang bekerja dengan perusahaan ini bertanggung jawab dalam mendukung upaya perlindungan anak.

Prosedur yang Adil

Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan proses dan keseimbangan saat menangani kasus atau tuduhan terkait eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.

Pengakuan terhadap Kepentingan Terbaik untuk Anak

Perusahaan mendukung segala hak anak untuk menjadi aman, khususnya bagi mereka dengan disabilitas atau tinggal di area yang terkena dampak ketidakstabilan. Segala keputusan yang melibatkan anak-anak dalam pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan akan dibuat berdasarkan kerangka kerja ini dan kepentingan terbaik untuk anak.

 

KERANGKA KERJA PERLINDUNGAN ANAK

Penggunaan Gambar Anak-Anak

Ketika memotret atau memfilmkan anak-anak untuk tujuan pekerjaan, perusahaan akan:

  • Menilai dan mematuhi tradisi setempat atau batasan untuk mereproduksi gambar pribadi sebelum memotret atau memfilmkan anak;
  • Menjelaskan bagaimana foto atau film akan digunakan dan mendapatkan persetujuan tertulis dari orangtua anak atau wali yang sah sebelum memotret atau memfilmkan anak;
  • Memastikan foto dan film yang direkam dan disimpan, menampilkan anak-anak dengan cara yang bermartabat dan bukan dengan cara asusila atau tidak pantas;
  • Memastikan bahwa anak-anak berpakaian layak untuk menghindari gambar mereka disalahgunakan atau melanggar privasi dan martabat anak;
  • Memastikan bahwa anak-anak tidak dalam posisi yang dapat ditafsirkan sugestif secara seksual, dengan mempertimbangkan konteks budaya yang berbeda;
  • Jangan pernah menggunakan gambar anak yang telah meninggal atau dalam kesulitan tanpa adanya penjelasan yang mengikutinya;
  • Memastikan gambar adalah representasi asli dari konteks dan fakta;
  • Memastikan label fisik dan elektronik dalam foto dan film tidak mengungkapkan informasi tentang identitas anak.

Proses Penerimaan Karyawan

Perusahaan akan selalu meminimalisir risiko yang membahayakan anak-anak dalam semua proses penerimaan karyawan. Semua calon karyawan diharuskan untuk mendapatkan penjelasan terkait prinsip-prinsip perlindungan anak.

Calon karyawan yang melamar untuk posisi-posisi yang melibatkan pekerjaan dengan anak-anak atau kontak dengan anak-anak, diharuskan untuk memberikan konfirmasi verbal dan mengungkapkan apakah mereka pernah didakwa dengan pelanggaran eksploitasi anak.

Jika selama proses penerimaan karyawan ditemukan bahwa seorang calon karyawan berpotensi menimbulkan bahaya bagi anak-anak, maka perekrutannya akan dihentikan.

 

KETENTUAN KONTRAK KERJA

Semua karyawan diwajibkan untuk menandatangani pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa mereka secara sadar telah membaca, memahami, dan akan mematuhi serta bertindak sesuai dengan Kerangka Kebijakan Perlindungan Anak.

Jika seorang karyawan melanggar Kebijakan Perlindungan Anak ini, perusahaan akan melakukan penyelidikan yang dapat mengarah pada tindakan sanksi displin termasuk pemutusan kontrak dan pelaporan ke penegak hukum.

 

PELAPORAN

Semua staf dan rekan kerja diwajibkan untuk segera melaporkan setiap kasus yang diduga atau melibatkan eksploitasi anak, pelecehan, atau pelanggaran kebijakan oleh siapapun yang berada dalam lingkup kebijakan sehubungan dengan tugas atau pekerjaan yang dilakukan. Laporan harus dibuat dengan bukti yang jelas dan dilaporkan kepada Manajer Konten yang kemudian akan berkonsultasi dengan Direktur.

Masyarakat juga dapat membuat laporan tentang dugaan kasus eksploitasi atau pelecehan anak, atau pelanggaran kebijakan yang melibatkan karyawan atau rekan kerja dari perusahaan ini.

Pengelolaan Terhadap Kasus Pelanggaran

Ketika seorang karyawan menyadari adanya insiden terkait keamanan anak, karyawan tersebut harus:

  • Berkonsultasi dengan Manajer Konten;
  • Menulis dan menyerahkan laporan dengan bukti yang jelas dan pertimbangan atas resiko yang dapat muncul terhadap anak akibat laporan tersebut.

Setelah menerima laporan, perusahaan akan:

  • Melakukan penyelidikan;
  • Memperlakukan semua pihak secara adil. Tuduhan palsu akan menjadi subjek sanksi disiplin, termasuk pemutusan hubungan kerja;
  • Jika diperlukan dan bukti yang memadai, berikan laporan tersebut pada lembaga penegak hukum dengan mempertimbangkan keamanan anak dan keluarganya atau pengasuhnya.

 

KODE ETIK

Seluruh karyawan harus mematuhi hal-hal berikut selama melakukan tugas mereka didalam perusahaan :

  • Menggunakan bahasa yang sopan ketika berhadapan dengan anak-anak
  • Jangan melakukan kontak fisik berlebihan dan tidak senonoh pada anak-anak manapun
  • Menjaga hubungan profesional dengan anak-anak didalam perusahaan
  • Menempatkan keamanan dan kesejahteraan anak-anak diatas kepentingan apapun
  • Melaporkan segala tindakan kekerasan dan ilegal
  • Merujuk kepada Kerangka Kerja Perlindungan Anak ketika memotret atau memfilmkan anak.

 

Jika siapapun didalam perusahaan menghadapi dilema etik, mereka harus bertanya pada diri mereka sendiri:

  • Apakah tindakan ini legal?
  • Akankah keputusan ini merupakan kepentingan terbaik bagi anak?
  • Apakah saya memiliki segala informasi yang relevan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab?
  • Apakah tindakan yang akan diambil sesuai dengan perusahaan dan kebijakannya?
  • Konsekuensi apa yang akan diterima saya, kolega saya, dan perusahaan saya terkait tindakan yang akan diambil?
  • Dapatkah saya membenarkan tindakan saya?
  • Apa yang akan terjadi jika masalah ini diketahui publik, contohnya media?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like