Analisa /
by Redaksi -
11 Mei 2026, 09:00 WIB
Refleksi delapan tahun rusuh Mako Brimob 2018, titik balik penanganan terorisme Indonesia yang melahirkan pendekatan keamanan lebih pre-emptif.
Tokoh /
by WAVE Community -
9 Mei 2026, 08:00 WIB
Di antara peran sebagai ibu dan mahasiswa, aku belajar memahami luka, agama, dan diriku sendiri tanpa lagi hidup dalam ketakutan.
Analisa /
by Munir Kartono -
7 Mei 2026, 08:00 WIB
Sebuah refleksi mantan napiter tentang terorisme, korupsi, dan pencabulan yang menunjukkan bagaimana agama dapat disalahgunakan saat kritik dibungkam.
News /
by Arif Budi Setyawan -
6 Mei 2026, 22:15 WIB
Penangkapan terduga teroris di Poso mengungkap rapuhnya reintegrasi mantan napiter dan kuatnya pengaruh lingkaran lama di media sosial.
Tokoh /
by Redaksi -
5 Mei 2026, 08:00 WIB
Refleksi tentang perjalanan hidup, seporsi bakso, dan makna sederhana dari makanan yang mengajarkannya tentang kehilangan, kemanusiaan, dan jalan pulang.
Analisa /
by Redaksi -
3 Mei 2026, 14:30 WIB
RAN-PE 2026–2029 menandai pergeseran dari pendekatan keamanan ke ketahanan sosial, dengan narasi dan komunitas sebagai kunci pencegahan ekstremisme di era digital.
Analisa /
by Ari Vardhana -
1 Mei 2026, 20:00 WIB
Hari Buruh bukan lagi satu suara. Ia adalah fragmen realitas lintas generasi yang mencari makna kerja di tengah dunia yang terus berubah.
Analisa /
by Haris Amir Falah -
30 Apr 2026, 08:00 WIB
Sebuah refleksi mantan napiter tentang pembinaan yang terhenti pasca-bebas. Ketika pendampingan memudar, harapan diuji dan peran negara dipertanyakan.
Tokoh /
by Munir Kartono -
28 Apr 2026, 08:00 WIB
Kisah reflektif tentang prasangka, dialog, dan perubahan. Dari seseorang yang dulu dianggap “di seberang”, justru terbuka jalan pulang menuju pemahaman dan kemanusiaan.
Analisa /
by Arti Rahardjo -
26 Apr 2026, 08:00 WIB
Di balik “cuma bercanda”, candaan seksual menyimpan proses dehumanisasi. Ketika diulang dan dibiarkan, ia mengikis martabat dan menurunkan standar moral kita.
Tokoh /
by WAVE Community -
25 Apr 2026, 08:00 WIB
Aku belajar lagi dengan luka yang belum selesai. Di tengah ragu dan rasa tidak layak, aku tetap melangkah—mengumpulkan sisa keberanian untuk memahami dan bertahan.
Analisa /
by Ilham Alfarizi -
23 Apr 2026, 08:00 WIB
Di antara mimpi yang runtuh, perempuan dan anak eks-ISIS bertahan dalam keterbatasan, kehilangan, dan ketidakpastian yang tak kunjung usai.