Ketua RT 01 Ngruki Akan Lebih Selektif Terima Pendatang  

By

Pengawasan terhadap aktivitas warga di lingkungan RT1/RW16, Dukuh Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, akan ditingkatkan menyusul insiden yang menimpa MJI alias Ihsan Abdullah alias Abdullah Jhons (22). MJI adalah warga setempat yang diduga terlibat terorisme, ditangkap Densus 88/Antiteror pada Jumat 10 Juli 2020 lalu, sebab melawan kemudian ditembak dan meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang esok harinya.

Moelyadi Mulyokusumo yang merupakan ketua RT setempat, mengemukakan pihaknya akan berusaha maksimal agar tidak ada lagi kejadian serupa.

“Warga baru di sini akan saya selalu mintai pengantar dari RT asalnya,” kata dia saat ditemui di rumahnya, Selasa 14 Juli 2020.

Upaya itu, sebut Moelyadi, sebagai salah satu upaya untuk memastikan warga baru di lingkungannya tidak bermasalah di lingkungan lamanya. Artinya jika ada yang pindah ke lingkungan RTnya bukan karena “pelarian” sebab di lingkungan sebelumnya bermasalah.

Saat ruangobrol.id bertamu di rumahnya untuk melakukan wawancara, Moelyadi juga tampak protektif, meminta menunjukkan kartu pengenal wartawan, kemudian memotret menggunakan ponselnya. Dia juga menunjukkan foto-foto kartu pengenal wartawan dari berbagai media yang sudah mewawancarainya. Moelyadi sosok yang ramah.

“Semua yang wawancara dengan saya, saya foto kartu wartawannya,” kata Moelyadi.

Terkait MJI ini, Moelyadi menyebut, almarhum bersama orangtuanya yakni Kemis (55) dan Triningsih (45), mulai menempati sebuah tempat kos di lingkungan RT yang dipimpinnya sejak September 2016 silam. Sesuai kartu keluarga (KK) mereka sebelumnya tinggal di Petoran RT004/RW006 Desa/Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

“Dari fotokopi KKnya yang saya terima, tidak ada catatan khusus, saya kira di lingkungan lamanya tidak bermasalah” lanjutnya.

Tempat tinggal Kemis di lingkungan RT pimpinan Moelyadi adalah sebuah tempat kos atau kontrakan milik bos toko bangunan bernama Banto. Lokasinya tak jauh dari Masjid At Taqwa, berupa sebuah kompleks tersendiri, rumah tingkat dengan dibagi kamar-kamar besar dengan satu pagar. Lokasinya persis di pojokan. Rata-rata yang tinggal di sana adalah karyawan dari toko bangunan milik Banto.

“Pak Kemis kan kerjanya di toko besi di Solo (Kota Surakarta) milik Pak Banto yang sekarang dikuasakan ke anaknya. Kalau aktivitas di sini ya sering ketemu jamaah (salat berjamaah) di masjid itu (At Taqwa), ikut kerja bakti juga, tapi memang pertemuan bulanan belum ikut karena memang kerjanya sering lembur. Kalau aktivitas MJI saya tidak tahu, umurnya (dengan saya) terpaut jauh,” lanjutnya.

Saat pemakaman MJI, Moelyadi bercerita kalau sempat disalatkan di Masjid At Taqwa, ada ratusan pelayat yang mengikuti prosesi. Moelyadi menyebut para pelayat adalah pemuda-pemuda yang tampak bersemangat.

“Saya sempat khawatir kalau terjadi apa-apa, alhamdulillah lancar-lancar. Yang melayat banyak sekali, tapi bukan warga sini,” cerita Moelyadi.

Jenazah MJI dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Muslim Polokarto, merujuk pada lokasinya di Dukuh Wonosari, Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Di lokasi itu, juga dimakamkan nama-nama lain, sebut saja Nurrohmah pelaku bom bunuh diri Mapolresta Solo pada Juli 2016, Fonda Amar Solihin terduga teroris jaringan Santoso (Kelompok Mujahidin Indonesia Timur) yang tewas baku tembak dengan aparat TNI dan Polri di Poso Sulawesi Tengah pada Maret 2016. Teranyar sebelum MJI, dimakamkan pula Bagus Kurniawan, warga Singosaren Solo yang sebelumnya ditahan di Rutan Cikeas Bogor, seorang tersangka kasus terorisme diduga terlibat peledakan bom yang dilakukan Rafiq Ahsarudin pada Juni 2019 menyasar Pospol Kartasura Sukoharjo. Bagus meninggal karena sakit dan dimakamkan di sana pada Juni 2020 lalu.

Sementara itu, Kemis, ayah MJI, mengakui memang tidak terlalu tahu pasti apa aktivitas anaknya ketika di luar rumah.

“Akrabnya sama ibunya. Kalau sama saya, pergi (ke luar rumah) aja nggak pamit,” kata Kemis saat ditemui di tempat kostnya itu.

 

FOTO RUANGOBROL.ID/EKA SETIAWAN

Ketua RT01/RW16 Dukuh Ngruki Desa Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo, Moelyadi Mulyokusumo, saat ditemui di rumahnya, Selasa 14 Juli 2020 sore.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like