Bertemu Gus Yahya, Eks JI Nyatakan Siap Bangun Bangsa

News

by Redaksi Editor by Redaksi

Jakarta – Sebuah langkah penting dalam proses reintegrasi eks kelompok terlarang kembali terjadi. Sejumlah mantan petinggi Jemaah Islamiyah (JI) mengunjungi Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025). Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.

Dalam kunjungan yang terekam dalam tayangan di kanal YouTube TVNU pada 25 Juli 2025 tersebut, hadir sejumlah tokoh eks JI, di antaranya Ir. Para Wijayanto (mantan Amir JI), Ustaz Abu Fatih (eks komandan militer JI), dan Ustaz Arif Siswanto (tokoh senior eks JI). Pertemuan ini menjadi simbol kuat dari upaya transformasi ideologi dan komitmen baru mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami datang untuk menyambung silaturahmi pasca pembubaran JI. Ini adalah langkah awal dari proses reintegrasi dan bentuk kesungguhan kami kembali ke pangkuan NKRI,” ujar Para Wijayanto.

Menurutnya, ini bukan sekadar simbolik. Kunjungan tersebut juga menandai keinginan kuat dari para mantan anggota JI untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, baik secara sosial, kultural, maupun spiritual. Mereka berharap ada ruang dan kerja sama yang terbuka dengan berbagai elemen bangsa, termasuk NU.

“Semoga ke depan kami bisa berkontribusi nyata. Kami ingin ikut membangun bangsa ini bersama-sama, dalam semangat kebangsaan,” tambahnya.

Lebih jauh, Para juga menyoroti pentingnya transformasi ideologis di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren-pesantren yang dulu berafiliasi dengan JI. Ia menyampaikan harapan agar pesantren-pesantren tersebut dapat menimba ilmu dan nilai-nilai dari pesantren-pesantren di bawah naungan NU yang dikenal konsisten dalam mengembangkan Islam wasathiyah atau Islam moderat.

“Kami sedang dalam proses transisi dari paham tatharruf (ekstrem) menuju wasathiyah. Dan kami melihat NU lebih berpengalaman dalam hal ini. Maka kami ingin belajar dan membangun kerja sama dengan pesantren-pesantren NU,” jelasnya.

Sebagai catatan, Jemaah Islamiyah secara resmi mengumumkan pembubaran organisasinya dan menyatakan kesetiaan pada NKRI pada 30 Juni 2024. Sejak lama, JI dikenal sebagai organisasi yang ingin mengganti dasar negara Indonesia dan telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah sejak 21 April 2008.

Langkah silaturahmi ke PBNU ini memperlihatkan bahwa perubahan memang mungkin. Bahwa pintu kembali dan ruang dialog tetap terbuka — selama ada komitmen, keterbukaan, dan kesungguhan untuk bertransformasi.[abs]

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tbRZ4RvmTp4 

Foto: Tangkapan layar tayangan kanal YouTube TVNU, 25 Juli 2025.[Kanal YouTube TVNU]

Komentar

Tulis Komentar