Mengatasi Ujaran Kebencian dan Kekerasan Ekstrem di Dunia Maya

News

by Febri Ramdani Editor by REDAKSI

Selama empat hari berturut-turut dari tanggal 12 Agustus, saya berkesempatan mengikuti kegiatan workshop bersama SEAN CSO, bertema Tackling Online Hate Speech and Violent Extremism. Workshop diselenggarakan di kampus perwakilan Deakin University di Bandung, Jawa Barat, dihadiri pula perwakilan dari wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Indonesia, dan Australia. 

Para peserta dan pemateri WWorkshopTackling Online Hate Speech - SEA CSO di depan gedung sate Bandung. (Foto: Peace Generation)

Kegiatan yang difasilitasi Peace Generation Indonesia ini kembali diadakan berdasar pertimbangan peningkatan transformasi digital yang memunculkan berbagai tantangan. Data 2022 menunjukkan, lebih dari 326 juta orang di kawasan Asia Tenggara telah terhubung ke internet, memungkinkan akses informasi yang lebih luas. Selain berbagai dampak positif seperti meningkatnya pembelajaran dan pengetahuan, konektivitas ini ternyata juga mempercepat penyebaran ujaran kebencian daring dan ekstremisme kekerasan. Dalam kasus Indonesia, misalnya, sekalipun telah lebih dari 2,5 tahun pemerintah menyatakan telah berhasil menangani aksi teror dengan baik, ancaman tersebut masih sangat mungkin terjadi secara online. 

Belajar dari Pakar dan Credible Voices

Banyak ilmu baru terkait penyebaran hate speech di media online yang dibahas oleh para pakar dalam workshop ini. Selain founder dan CEO Ruangobrol.id, Dr. Noor Huda Ismail, yang menyampaikan fenomena game online dan ekstremisme, hadir juga  Nur Dhania, salah seorang credible voice di Ruangobrol.id. Dhania menceritakan proses online recruitment yang dilakukan kelompok teror ISIS yang menyebabkan banyak anak muda termasuk Dhania, berangkat hijrah ke wilayah konflik Suriah.

Founder dan CEO Ruangobrol.id menyajikan konvergensi tiga elemen dari dunia maya yang memicu ekstremisme. (Foto: Peace Generation)   

Eko Nugroho dari Kummara membahas Gamification for P/CVE dengan mengajak peserta workshop untuk ikut bermain menggunakan beberapa aplikasi game sederhana.  Salah satu contohnya adalah memory games yang menyajikan beberapa kata untuk disatukan dan disusun menjadi narasi-narasi alternatif yang mengimbangi narasi-narasi kekerasan dan ekstremisme. 

Tak ketinggalan, Irfan Amali dari Peace Generation juga menunjukkan bagaimana sebuah informasi berpotensi dipahami secara salah. Secara sederhana Kang Irfan menunjukkan potongan-potongan  gambar yang dapat memunculkan ambiguitas persepsi jika tidak dilihat secara menyeluruh. Berbagai macam sudut pandang dari sisi, letak/posisi, serta bentuk, bisa menimbulkan persepsi positif atau sebaliknya, jika tidak ditelaah secara matang.

Memanfaatkan Artificial Intelligence

Yang paling menarik meski terasa njelimet adalah materi Dr. Derry Wijaya,  seorang pakar computer science. Bersama Matteo Vergani, Associate Professor di Deakin University, Australia, Dr. Wijaya memaparkan presentasi berjudul Utilising AI to Monitor Hate. Pada sesi ini peserta bukan hanya disuguhkan materi saja namun dilibatkan untuk langsung mempraktikannya.

Para peserta workshop SEA-CSO serius membahas pemanfaatan AI untuk mendeteksi ujaran kebencian di Internet. (Foto: Peace Generation)

Berbagai macam coding file serta prompt sudah disiapkan oleh pemateri. Dengan bahan tersebut, diharapkan peserta mampu mendalami narasi ujaran kebencian apa saja yang bisa terdeteksi oleh Artificial Intelligence atau AI. Sungguh sesi yang benar-benar menguras otak, karena materi yang disuguhkan merupakan materi perkuliahan satu semester, yang diringkas dan disampaikan dalam waktu kurang dari 2 jam.

Sekalipun rumit, sesi tersebut sangat seru dan mengasyikkan, dan dari sesi itulah saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap individu memiliki batasannya sendiri. Tidak perlu memaksa diri untuk menguasai semua hal/bidang, karena dengan bekerja sama atau berkolaborasi antarindividu,  lembaga, dan para ahli di bidang masing-masing merupakan cara paling efektif dan paling bijak untuk dilakukan. [ ]

Komentar

Tulis Komentar