Taste and Create in Betakan: Pertukaran Budaya ASEAN Menguatkan Literasi Desa

News

by Redaksi Editor by Arif Budi Setyawan

SLEMAN—Sebuah program pertukaran budaya bertajuk “Taste and Create in Betakan” mempertemukan komunitas dari Singapura dan Malaysia dengan masyarakat desa di Betakan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar langsung mengenai kehidupan desa, literasi komunitas, serta praktik kewirausahaan sosial berbasis masyarakat.

Program ini diikuti oleh 17 peserta dari Singapura dan Malaysia dalam rangka reuni class 69/70, yang dibawa oleh Dolanesia Travel. Menariknya, sebagian besar peserta merupakan generasi senior dengan rata-rata usia di atas 73 tahun, yang datang dengan semangat untuk memahami budaya lokal secara langsung.

Suasana kedatangan rombongan tamu dari Singapura dan Malaysia di Omah Tumbuh Betakan, Kamis, 9/4/2026.(Dok. Omah Tumbuh Betakan/Ricky ZNP)

Kunjungan ini tidak lepas dari jaringan komunitas regional yang telah lama terbangun. Pendiri gerakan literasi desa ini diketahui tinggal di Singapura dan secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan komunitas di Malaysia. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi dukungan nyata terhadap inisiatif literasi desa di Betakan. Bahkan, sebagian koleksi buku di perpustakaan desa merupakan sumbangan dari warga Singapura yang ingin mendukung gerakan literasi berbasis komunitas.

Para tamu sedang mengantri untuk mengambil menu makan siang yang menyajikan masakan tradisional khas kampung setempat yang dimasak oleh ibu-ibu di sekitar Omah Tumbuh Betakan.(Dok. Omah Tumbuh Betakan/Ricky ZNP)

Melalui inisiatif Literasi Desa Tumbuh (LDT) dan Omah Tumbuh Betakan (OTB), masyarakat Betakan mengembangkan ruang belajar yang tidak hanya berbasis buku, tetapi juga melalui dialog, pengalaman hidup, dan kegiatan seni. Pendekatan ini menjadikan Betakan sebagai contoh bagaimana gerakan akar rumput dapat memperkuat kohesi sosial di tingkat desa sekaligus membuka ruang pembelajaran lintas budaya.

Gerakan ini juga menekankan prinsip inklusi dan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya dengan melibatkan perempuan dalam berbagai kegiatan komunitas. Melalui OTB dan LDT, perempuan desa berperan aktif dalam sektor hospitality, kegiatan literasi, serta berbagai aktivitas kreatif yang memperkuat ekonomi lokal.

Para tamu menikmati pertunjukan tari di pelataran Literasi Desa Tumbuh.(Dok. LDT/Ricky ZNP)

Selain itu, gerakan ini mengembangkan konsep “kitchen to garden”, yaitu pendekatan yang menghubungkan dapur, kebun, dan kehidupan masyarakat desa dalam satu ekosistem sosial. Konsep tersebut menjadi bagian dari filosofi “Stay, Learn, and Grow.”

Dalam pendekatan ini, Stay tidak hanya dimaknai sebagai menginap di homestay, tetapi juga sebagai ruang untuk berhenti sejenak dan merasakan kehidupan bersama masyarakat lokal.

Learn menggambarkan proses belajar melalui pengalaman langsung—melalui interaksi, percakapan, seni, dan literasi desa yang tumbuh secara kontekstual.

Sementara Grow merepresentasikan nilai eco-green, yaitu kesadaran untuk menghormati alam sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian dari keberlanjutan komunitas.

Seorang pengunjung mencoba memainkan alat musik Gender bersama pemain Gender profesional.(Dok. Omah Tumbuh Betakan/Ricky ZNP)

Melalui program ini, para peserta tidak hanya menikmati pengalaman budaya, tetapi juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai kehidupan desa yang sederhana namun penuh makna.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan masyarakat di kawasan Asia Tenggara sekaligus menunjukkan bahwa desa dapat menjadi ruang pembelajaran global—tempat di mana budaya, literasi, dan solidaritas sosial dapat tumbuh bersama.

Salah satu pengunjung tampak antusias menyimak penjelasan tentang salah satu tanaman yang ada di kebun Omah Tumbuh Betakan.(Dok. Omah Tumbuh Betakan)

Tentang Program

Taste and Create in Betakan merupakan program pengalaman budaya dan pembelajaran komunitas yang menghubungkan pengunjung internasional dengan masyarakat desa melalui kegiatan literasi, seni, kuliner lokal, dan interaksi sosial. Program ini menjadi bagian dari gerakan literasi dan kewirausahaan sosial yang dikembangkan oleh Literasi Desa Tumbuh (LDT) dan Omah Tumbuh Betakan (OTB).



Foto utama: Para pengunjung berfoto bersama dengan penari yang tampil khusus untuk menyambut tamu Omah Tumbuh Betakan, Kamis, 9/4/2026.(Dok. Omah Tumbuh Betakan/Ricky ZNP)

Komentar

Tulis Komentar