Mantan Teroris di Bogor jadi Pengurus Nahdlatul Ulama

Other

by Munir Kartono

Pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengadakan agenda rutin tahunan bertajuk Rapat Kerja dan Konsolidasi Pendidikan Kader Penggerak (PKP) Aswaja Bogor angkatan ke-4, Kamis 1 Juni 2023 lalu.

Lokasinya di aula kantor balai desa setempat. Selain dihadiri jajaran Pengurus Ranting, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) dan para anggota, nampak hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Bogor Adi Suwardi.

Namun tak hanya itu, yang mengejutkan, dalam acara tersebut hadir juga Munir Kartono, seorang mantan narapidana terorisme (napiter). Dia hadir bukan hanya menjadi seorang undangan melainkan juga namanya muncul dalam susunan anggota pengurus ranting NU Desa Cicadas.

Saat ditanyakan, tentang kehadirannya Munir menjawab, "Sebetulnya ini bukan hal baru bagi saya. Sejak lama, Densus 88 AT Polri dan BNPT telah menggandeng tokoh-tokoh dan para asatidz (guru) dari NU dalam pembinaan saya dan kini alhamdulillah para kiai dan asatidz di NU ranting Desa Cicadas melanjutkan pembinaan terhadap saya hingga saya sadar dan memilih untuk berkhidmat di NU,” kata Munir.

Rois Syuriah Pengurus Ranting NU Desa Cicadas, Ustaz. M. Ijad, menceritakan masuknya Munir jadi pengurus adalah salah satu cara menyambung proses pembinaan yang sudah dilakukan selama di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Kami ajak dia untuk berdiskusi, mengobrol dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang positif agar energi positif yang dimilikinya dapat tersalurkan,” ungkapnya.

Ustaz Ijad bersama pengurus kemudian menyimpulkan pembinaan Munir akan lebih efektif jika sekalian diajak menjadi anggota NU ranting Cicadas dan menjadi pengurus.

“Agar pembinaan yang lebih intensif dapat dilakukan. Alhamdulilah, yang bersangkutan memiliki ketertarikan yang besar,” lanjutnya.

Senada dengan Ustaz Ijad, Mukhtasyar PRNU Desa Cicadas Ustaz Irfan Awaludin mengemukakan pihaknya tahu latar belakang Munir sebagai seorang mantan napiter.

“Kami paham bahwa jika mantan napiter seperti Kang Munir tidak dirangkul akan riskan untuk kembali ke dunia lamanya. Karena itulah saya dan rekan-rekan di PRNU merangkul dan mengajak Kang Munir,” ungkap Ustaz Irfan yang juga Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor itu.

baca juga: Kisah Eks ISIS Munir Kartono: Kami ini Jamaah Sosmed

Gus Irfan, sapaannya, meyakni setiap orang, termasuk Munir, punya potensi kebaikan sehingga perlu diarahkan dengan baik untuk kebaikan umat dan negara.

“Alhamdulillah Kang Munir juga komunikatif dan tidak tertutup sehingga memudahkan kami dari pengurus NU untuk memberi masukan dan arahan bagi Kang Munir. NU adalah tempat yang tepat bagi rekan-rekan yang pernah terjerumus di dunia terorisme seperti Kang Munir, karena NU adalah ahlu sunnah yang wasathiyah, tidak ifrath (berlebihan) dan tidak tafrith (mengurangi) juga tidak ekstrim kanan atau kiri," jelasnya.

Saat ditanyakan, apakah tidak takut jika Munir justru akan menularkan benih-benih radikalisme di tubuh NU? Gus Irfan menampiknya. "Proses hubungan yang terjalin dengan Kang Munir ini bukan sebentar. Banyak diskusi yang telah kami lakukan sehingga kami tidak khawatir dengan itu,” ungkapnya.

Baik Gus Irfan maupun Ustaz Ijad berharap bergabungnya Munir ke keluarga besar NU menjadi energi tersendiri. Sebab, Munir punya pengalaman di dunia terorisme. Pengalaman itu bisa dijadikan pelajaran untuk membina dan mengedukasi masyarakat teruama anak-anak muda agar tidak tergelincir di lingkaran radikalisme terorisme.

baca juga: Bos Densus 88 Bongkar Cara Kerja Teroris Rekrut Anggota via Medsos

Komentar

Tulis Komentar