meningitis-illness-sakit-glenn-fredly-ruangobro

Apa Itu Meningitis yang Merenggut Nyawa Glenn Fredly?

By

Penyanyi Glenn Fredly meninggal pada Rabu (8/4) malam di usia 44 tahun. Kabar kematiannya pertama kali tersebar setelah akun Instagram Billboard Indonesia mengabarkannya. Warganet pun kemudian berbondong-bondong menyampaikan belasungkawa.

Dari Tompi, sahabat dekat Glenn, diketahui almarhum menderita penyakit meningitis. Setelah sempat dirawt di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati, Glenn tak mampu bertahan menghadapi penyakitnya. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Lalu apa sih penyakit meningitis itu?

Menurut situs Healthline, meningitis adalah peradangan pada meninges, sebuah sistem membran yang melindungi syaraf pusat. Meninges mempunyai tiga selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges atau selaput yang melapisi otak terinfeksi.

Penyakit ini pada umumnya terjadi karena infeksi virus dan bakteri. Namun bisa juga terjadi saat daya tahan tubuh melemah pada penderita kanker, iritasi kima, jamur dan parasit.

Gejala penyakit ini umumnya sakit kepala, demam dan leher kaku. Namun bisa juga nyeri di punggung dan merasakan gemetar, kehilangan selera makan, kelambanan, kelelahan, malaise, dan panas dingin. Banyak juga penderita yang merasa mual, ruam di kulit atau ruam sopak, kebingungan mental, sensitif terhadap cahaya, dan denyut jantung cepat.

Namun untuk mendiagnosa penyakit ini perlu dilakukan dokter. Biasanya jika dokter menemukan lebih dari tiga gejala yang mengarah kepada meningitis, akan dilakukan tes darah, pencitraan CT Scan dan lumbal pungsi.

Pengobatan penyakit ini tergantung pada penyebabnya. Untuk meningitis virus, pengobatan dilakukan dengan memberikan obat golongan antiviral, seperti acyclovir. Untuk meningitis bakteri, pengobatan dilakukan dengan memberi antibiotik atau kortikosteroid. Untuk meningitis jamur, bisa diatasi dengan obat anti jamur.

Karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian bahkan kepada orang sehat, maka disarankan Anda mencegahnya. Bisa dengan melakukan istirahat cukup, jaga jarak dengan orang yang terinfeksi, cuci tangan tiap kali beraktivitas, rutin beolahraga, jangan berbagi makan atau barang pribadi, gunakan masker, dan pilih makanan yang telah dipasteurisasi.

Semoga kita semua selalu sehat.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like