Kisah Proses Reintegrasi Seorang Mantan Foreign Terrorist Fighter ISIS (3)

By

Bagaimana Abu Jandal meyakinkan para jamaahnya?

Bagaimana Abu Jandal meyakinkan para jamaahnya dalam waktu sesingkat itu padahal sebelumnya mereka sama sekali tidak mengenal jihad culture seperti di kalangan Jamaah Islamiyah? Awalnya mereka ini mengikuti gerakan salafi dan baru akhir-akhir saja mengenal pemikiran baru dari Aman Abdurrahman yang dibawa Abu Jandal. Pemikiran tauhid wal jihad itu baru saja diperkenalkan. Begitu menurut penuturan Farhan.

Ternyata ada sebuah narasi baru yang belum pernah saya temui dalam perekrutan yang terjadi di dalam kelompok ini. Selain narasi yang sudah umum yaitu jihad membela saudara-saudara muslim yang tertindas dan keutamaan orang yang berjihad, ada narasi ‘sentimen kesukuan’ yang disampaikan oleh Abu Jandal.

Sentimen kesukuan itu adalah menyampaikan bahwa sangat banyak etnis Arab Sunni yang menjadi korban kekejaman rezim Bashar As’ad, di mana menurutnya jika ada muslim Indonesia yang ingin menolong mereka, maka orang-orang etnis Arab yang di Indonesia ini adalah yang paling berkewajiban untuk membantu mereka dibandingkan umat Islam Indonesia lainnya secara umum. Mereka harus menjadi yang pertama dan memelopori pengiriman mujahid yang akan membela saudara-saudara muslim di sana. Dan hari ini kesempatan itu terbuka lebar dan gratis pula. Maka tunggu apalagi.

Cerita tentang betapa singkatnya persiapan sampai keberangkatan mereka ini klop dengan cerita yang saya dapat dari orang yang pertama kali diberitahu oleh Wildan Mukhollad (tentang siapa dia bisa dilihat di sini ) mengenai peluang untuk bergabung ke Suriah. Orang inilah sebenarnya yang membawa penawaran kepada Aman Abdurrahman. Sebut saja orang ini dengan Ustaz X.

Ustaz X ini adalah penanggungjawab pemberangkatan kloter pertama karena dialah satu-satunya yang memiliki kontak dengan ikhwan-ikhwan Indonesia yang ada di Suriah. Dia adalah orang pertama yang menyampaikan adanya peluang berangkat ke Suriah.

Asal muasal mengapa kelompok Abu Jandal yang berangkat pertama kali menurut cerita Ustaz X adalah karena Wildan Mukhollad sudah sangat mendesak agar segera dikirimkan orang ke Suriah.

Alasan utama adalah karena untuk memperoleh kepercayaan dari para petinggi ISIS bahwa ia benar-benar bisa menjadi jalan pembuka bagi para calon mujahidin dan relawan dari Indonesia. Dan pada saat itu para petinggi ISIS sudah sering menanyakan kapan para mujahidin/relawan Indonesia akan datang karena tawaran itu sudah lama mereka sampaikan.

Yang membuat risau adalah karena tawaran itu juga termasuk membiayai mereka yang akan datang itu, sehingga Wildan Mukhollad dkk khawatir kalau tertunda-tunda akan dialihkan untuk ikhwah dari negara lain. Kan sayang.

Di samping itu perbatasan Suriah-Turki dan jalur masuk masih relatif sangat longgar dan mereka tidak tahu sampai kapan akan terus begitu.

Dan akhirnya memberitahukan jalur keberangkatan kepada Aman Abdurrahman menjadi cikal bakal kacaunya jalur pemberangkatan ke Suriah, karena orang-orang dari kelompok Aman Abdurrahman adalah orang-orang yang belajar Islamnya versi generik, bukan Islam versi paten. Sehingga mereka kebanyakan hanya berfikir pendek sebelum melakukan sesuatu.

Jalur itu kemudian menyebar secara liar karena masing-masing kelompok yang sudah berhasil sampai Suriah membuka jalur sendiri-sendiri.

(Bersambung)

ilustrasi: Pixabay.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like