Menjaga Negeri dari Dalam: Pelatihan Densus 88 Bongkar Pola Infiltrasi Ideologi di Kalangan ASN

News

by Ilham Alfarizi Editor by Arif Budi Setyawan

PANGKALPINANG –Pada hari Jumat 28 November 2025, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Anti Teror Polri, bekerjasama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar sosialisasi kebangsaan bertajuk “Bersama Menanggulangi Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Indonesia” kepada para perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.00 WIB di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di tengah cepatnya perubahan digital dan derasnya arus informasi, para aparatur negara kini bukan hanya dituntut melayani publik, tetapi juga menjaga diri dari infiltrasi ideologi ekstrem yang menyusup melalui ruang-ruang personal—mulai dari grup WhatsApp, pergaulan kampus, hingga permainan daring anak-anak. Hari itu, edukasi bukan sekadar materi, tetapi pengingat bahwa ancaman kekerasan terorganisir tidak lagi datang dengan wajah garang; ia menyamar sebagai wacana, diskusi, bahkan “pertemanan”.

Dalam pemaparan awal, Kepala Unit Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 menjelaskan perkembangan terbaru tren radikalisme dan terorisme di Indonesia. Ia menyoroti adanya pola infiltrasi kelompok radikal ke instansi pemerintah secara senyap, sehingga ASN dituntut memiliki “sistem imun” ideologis untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran paham yang dapat mengancam stabilitas nasional. ASN juga diimbau untuk bersikap kolaboratif dalam melaporkan gejala mencurigakan di lingkungan kerja demi mencegah berkembangnya paham ekstrem.

Sosialisasi semakin menarik ketika Duta Cegah Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 turut memberikan pemahaman mengenai bagaimana kelompok teror kini memanfaatkan media sosial dan permainan daring, termasuk platform seperti Roblox, untuk merekrut anak muda. Ia menjelaskan pola rekrutmen, contoh konten, hingga metode pendekatan yang digunakan kelompok teror dalam membangun kedekatan dengan target sasaran. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, untuk mengawasi aktivitas digital anak agar tidak menjadi sasaran propaganda kelompok teror.

Pada sesi diskusi, seorang ASN berbagi pengalaman hampir terjerumus dalam pemahaman radikal saat masih di perguruan tinggi. Ia mempertanyakan mengapa Densus 88 tidak bertindak lebih awal ketika penyebaran paham tersebut mulai terjadi. Menanggapi hal itu, pemateri menjelaskan bahwa Densus 88 hanya dapat bertindak ketika suatu tindakan telah memenuhi unsur terorisme, sementara penanganan tahap awal menjadi ranah instansi lain seperti Kementerian Agama.

Pertanyaan lain datang dari seorang peserta yang ingin mengetahui bagaimana anak muda bisa terjebak pemahaman radikal. Duta Cegah Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 menjelaskan bahwa kelompok teror sering menyusup melalui diskusi ketatanegaraan, lalu menanamkan “virus pemikiran” dengan membenturkan ajaran agama dengan sistem negara modern. Proses ini secara perlahan menumbuhkan ketidakpercayaan kepada negara dan membuka jalan bagi kelompok ekstrem untuk menawarkan ide alternatif seperti sistem khilafah yang dipromosikan ISIS.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara peserta dan para pemateri. Melalui kegiatan ini, Densus 88 berharap ASN di Bangka Belitung semakin tangguh, kritis, dan resilien terhadap upaya infiltrasi paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang dapat mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[ilham alfarizi]

Foto utama: Dokumentasi kegiatan sosialisasi kebangsaan bertajuk “Bersama Menanggulangi Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Indonesia” kepada para perwakilan ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (28/11/2025).[Dok. BKPSDMD Prov. Kep. Babel/ Densus 88)

Komentar

Tulis Komentar