Puisi Kadensus 88 Irjen Marthinus Hukom tentang Kemanusiaan

Eka Setiawan
Eka Setiawan
3 Min Read

Direktur Amir Mahmud Center (AMC), Amir Mahmud mengapresiasi betul kerja-kerja Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri dalam menangani terorisme di Indonesia.

Hari ini, detasemen berlogo burung hantu di bawah kendali Irjen Pol. Marthinus Hukom, Densus bekerja dengan humanis. Mengedepankan hati nurani, selain tentu saja ada tindakan-tindakan tegas bagi para pelaku teror di bumi pertiwi.

Teranyar, Densus menggelar jambore para eks narapidana terorisme (napiter) di Bogor, akhir pekan lalu. Bertajuk “Jambore Para Pejuang Damai”, acara dimeriahkan dengan penampilan Iwan Fals. Para peserta berbahagia, bernyanyi bersama.

Di akhir acara, Kadensus menuliskan puisi, salah satunya sebagai refleksi fenomena terorisme di Indonesia.

Berikut puisi yang ditulis orang nomor satu di Densus 88 itu:

Merawat Kemanusiaan (Suara Para Pejuang Damai) 

Di ujung-ujung pedang kita bertemu…

Pedang di tanganmu membuat aku mengejarmu

Pedang di tanganku membuat engkau murka padaku…

 

Topeng-topeng kemungkaran menutupi jiwaku…menutupi juga jiwamu…

Dalam kegelapan engkau melampiaskan murkamu…

 

Dalam kekelaman aku mengejarmu…

Namun…

Sejenak aku menahan langkahku…

Aku mendengar suara sayup memanggilku…

 

Aku mengenal suara itu…

Aku tau…itu suara murni… suara kebenaran…

Suara setiap jiwa-jiwa yang tercerahkan…

Suara dari tempat aras ketinggian…

 

Suara itu juga memanggilmu…

Semakin jauh suara itu semakin kuat menusuk jiwaku…

Suara itu membahana membela pekatnya kengerian…

Pekatnya kegelapan yang diiringi nyanyian penyihir sang pemuja kekerasan…

Suara itu terus memanggilku dan juga kamu…

 

Haiiii kemanusiaan…marilah kepadaku…

Bantulah aku…angkatlah anak-anakku…

Lihatlah tangan tangan mereka terulur padamu…

 

Di setiap pangkal lengan yang terulur itu

Tertimbun jasad-jasad kemanusiaan…

Kemanusiaan yang sudah lama terbenam…

Terbenam jauh di bawah tumpukan mantera-mantera kekerasan…

Terpendam jauh di bawah tumpukan ruh emosi dan geram…

 

Kini…

Kemanusiaan…berhasil

Mengangkatmu, membersihkanmu, tubuhumu dari lumpur-lumpur dendam…

dan mewangimu dengan aroma-aroma kelembutan dan kecerdasan…

 

Kini

engkau tidak lagi menebarkan aroma kebencian

Engkau tidak lagi memakai topeng kengerian…

Karena engkau telah berjalan bersama aku…bersama dia

Bersama kita …di dalam cahaya terang kemanusiaan

 

 Kini aku mengenalmu sebagai aku yang lain…

Aku mengenal dirimu sebagai kebahagianku…

Aku mengenal dirimu sebagai segala dukaku…

Rasamu adalah juga rasaku…

 

Cahaya kemanusiaan telah melahirkan kita

Menjadi anak-anak terang

Dalam kemanusian kita telah menang…

Dalam kemanusian kita merajut persaudaraan… 

Untuk mewariskan generasi-genarasi yang tercerahkan

Generasi unggul untuk membangun peradaban…

Demi NKRI menyongsong masa depan

 

Selamat datang kemanusiaanmu

Selamat datang kemanusiaanku

Selamat datang kemanusiaan kita…

 

Bogor, 14 Agustus 2022

Kepala Densus 88/Antiteror Polri Irjen Pol. Marthinus Hukom

 

Share this Article
Posted by Eka Setiawan
Eka Setiawan is editor of ruangobrol.id. He has many experience to handle many crime news and humanity.
Leave a comment