Kenangan Rebutan Jatah Makan dengan Kucing-Kucing di Rutan Mako Brimob

Tasnima Salsabila
Tasnima Salsabila
5 Min Read

Ada hal lucu yang jadi kenangan saya di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua – Depok, beberapa tahun silam. Ketika itu, saya mendekam di sana, jadi tahanan kasus terorisme.

Hal itu adalah seringnya kucing datang ke tempat saya ditahan bersama 2 orang lainnya. Di sel tahanan saya, dihuni 3 orang. Tepatnya di Blok C. Saya ditahan bersama 2 perempuan lain.

Kalau sudah terdengar Meooooong…meooooong meoooong! Wah, langsung deh kami bertiga kaget dibuatnya. Tahu-tahu, kucing itu sudah loncat saja ke kamar sel kami dari balik tirai jendela yang ada. Bukan cuma satu, kadang sekali datang 3 atau 4 ekor.

Kalau sudah begitu, akhirnya mau nggak mau kami pun harus berbagi rejeki jatah makanan yang biasa kami dapat. Kalau tidak berbagi, bisa panjang urusan sama pasukan kitty ini he he he. Mereka nggak mau keluar dari sel kami.

Apalagi kalau yang datang jatah lauknya adalah ikan tongkol. Ya ampuuuun rasanya kayak mau direbut aja sama pasukan kitty ini.

Sampai-sampai, salah satu temenku kalau pas menu lauknya ikan tongkol, makannya harus sambil berdiri. Kalau nggak ya sambil jalan pegangin kotak nasinya. Sementara, pasukan kitty itu sibuk muter-muter aja di bawah kakinya.

Mungkin nunggu-nunggu barangkali saja kotak nasinya jatuh, terus jadi bagian dia deh…hadeww.

Tapi, anehnya nih, para kitty ini kayaknya tahu lho kalau ikan tongkolnya nggak fresh, mereka nggak rebutan masuk ke kamar sel kami. Padahal, mereka biasanya tiduran tepat di jendela luar kamar sel kami. Jadi, hanya ketika ikan yang fresh saja mereka rebutan gitu, berabe banget kan?

Hal ini membuat kami jadi tahu juga ikan tongkol itu fresh atau nggak he he he ilmu baru dalam hal perikanan nich.

Karena di dalam kamar cuma kami bertiga, dan salah satunya baru melahirkan anak pertamanya di Mako Brimob, tentunya butuh banyak asupan makanan untuk dia dan ASI-nya.

Temanku yang lain juga merasa bahwa makanan yang datang nggak cukup untuk berbagi dengan para kitty itu, jadi jatah nasi kotakku yang jadi korban he he he. Nggak papalah, mungkin bukan rejekiku. Gitu aja dalam hatiku.

Tapi kadang, baru saja nyampai dan baru dibuka tutup kotak nasinya, para kitty itu sudah loncat dan langsung lari ke kotak nasi kami. Kalau sudah begitu, kami bertiga kewalahan dan nggak jadi makan. Akhirnya kami kasihkan saja jatah kami ke para kitty itu.

Wis nasiiiiib nasiiiiiiib kata kami bertiga sambil ngakak plus pusing karena nggak jadi makan. Tapi ngomong-ngomong…ssttt…kami ya ngakak ya sambil ditutup mulutnya. Sebab, di Mako Brimob, tempat kami dipenjara, nggak boleh tertawa keras dan suara perempuan dianggap aurat. Pokoknya seru kali lah kami bertiga di dalam kalau ada hal-hal lucu gini.

Oh ya, kembali lagi pada para kitty ya, ini hampir tiap hari terjadi harus rebutan jatah makan penjara. Soalnya bukan cuma ikan tongkol saja, tapi kalau pas jatah lauknya ayam goreng juga begitu.

Mungkin kalo para kitty itu bisa bicara mereka bakal bilang…woeey ini jatah kami wooeey kalian di Mako kan cuma numpaaaang. Hadeeeew tepok jidat kaaaan? hehehehe just kidding okaaay.

Yah, itulah sekelumit kisah lucu yang terjadi antara aku dengan teman-teman perempuanku ketika kami berada di Rutan Mako Brimob dulu. Saat itu, belum terjadi insiden rusuh Mako Brimob Mei 2018.

Mau baca cerita lucu yang lain lagi nggak? Kalau mau nanti insyaAllah aku tulis lagi ya…to be continue deh …

Ngomong-ngomong, aku termasuk salah satu kitty lovers. Jadi, hal-hal unik yang terjadi antara kami dengan para kitty di Mako Brimob itu justru jadi kenangan lucu yang tak akan hilang dalam ingatanku.

I Mizz U all my dear kitty. Special kitty yang bernama cemooong di blok C dulu. he he he so sweet and so cute.

 

Share this Article
Leave a comment