Bom Bali I

Bom Bali I : Aksi Terorisme Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

By

Tahun ini merupakan tahun ke-18 peringatan Bom Bali I. Tak seperti tahun sebelumnya, peringatan Bom Bali tak lagi bisa berkumpul di tugu peringatannya mengingat pandemi masih berlangsung. Namun tugu tersebut masih berdiri menjadi saksi aksi terorisme terbesar dalam sejarah Indonesia.

Bom Terbesar Sepanjang Sejarah

Bom Bali I terjadi pada 12 Oktober 2002 tepat jam 23.15 WITA. Ledakan terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club. Ledakan pertama dilakukan oleh Iqbal yang menggunakan bom rompi di Paddy’s Pub. Ia turun terlebih dahulu dari mobil L300 yang berisi 150 kg bom RDX. Setelah bom meledak dan menewaskan Iqbal seketika, kerumunan pun terjadi. Orang-orang keluar untuk mencari sumber ledakan. Tak lama setelah orang berkerumun, Jimi yang berada di mobil menekan detonator. Bom pun meledak besar tepat di depan Sari Club. Ledakan selanjutnya terjadi di depan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Denpasar.

Ledakan besar yang mencapai radius 1 km tersebut menewaskan 202 orang dan 209 lainnya luka parah. Kebanyakan korban tewas adalah warga asing berjumlah 168 orang yang berasal dari 34 negara. Ini membuat Bom Bali 1 sebagai aksi terorisme kedua terbesar di dunia setelah 9/11.

Polisi menerjunkan berbagai elemen termasuk tim forensik dari Australia untuk mengidentifikasi Jenazah. Hal ini mengingat banyaknya warga negara Australia yang menjadi korban. Tak butuh waktu lama, 30 Oktober 2002, tiga sketsa wajah dipublikasikan setelah pemeriksaan lebih dari 50 saksi.

Pada 5 November 2002, Amrozi ditangkap sebagai salah satu pelaku utama Bom Bali I. Tas pinggangnya masih lengkap berisi segala struk pembayaran alat bom, sewa kos dan lain-lain. Penangkapan Amrozi juga merupakan titik terang penangkapan tersangka lainnya. Ia menyebutkan dua adiknya, Ali Imron dan Ali Fauzi serta Qomarudin yang menjadi eksekutor. Adapun Ali Gufron alias Muklas (kakak Amrozi) dan Mubarok terlibat dalam persiapan. Selain itu, Imam Samudra, Idris, Dulmatin, Umar alias Wayan dan Umar Patek juga terlibat dalam aksi tersebut.

Persidangan menguak peran Muklas, Imam Samudra dan Amrozi yang mengambil peran paling penting dan juga sebagai insiator. Ketiganya divonis hukuman mati. Adapun Ali Imron, Abdul Gani dan Mubarok divonis hukuman seumur hidup.

Penangkapan itu juga menaikkan nama Tenggulun, Lamongan, Desa Amrozi dan keluarganya. Sebuah pesantren bernama Al-Islam juga berdiri disana di bawah asuhan keluarga Amrozi. Jamaah Islamiyah sejak saat itu menjadi kelompok teror paling menakutkan di Indonesia.

Long Road to Heave dan Persiapan Bom Bali I

Kejadian Bom Bali I diangkat ke dalam film Long Road to Heaven yang diperankan oleh Surya Saputra. Film tersebut juga sedikit banyak menggambarkan bagaimana persiapan kejadian. Film yang diproduksi pada tahun 2007 tersebut diproduseri oleh Nia Dinata dengan sutradara Enison Sinaro. Sumber cerita berasal dari BAP (Berita Acara Persidangan) dan cerita korban.

Sesuai dengan cerita Ali Imron, pada film tersebut disebutkan bahwa Sari Club dipilih karena berisi orang asing. Dari banyaknya Club di Bali, hanya Sari Club yang tidak mengizinkan selain bule untuk masuk ke dalamnya. Hal ini yang membuat Ali Imron sedikit lebih yakin bahwa ini merupakan pembalasan atas apa yang terjadi di Afganistan.

Dana yang digunakan untuk Bom Bali I berasal dari Osama Bin Laden. Muklas mendapatkannya secara bertahap setelah ia pergi ke Afganistan pada 2001 sejumlah 30.000 dolar. Sejumlah anggota Jamaah Islamiyah yang menjadi afiliasi Al Qaida juga mengambil peran dalam aksi ini. Hal ini mengingat perintah Osama Bin Laden untuk berjihad di Asia Tenggara.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like