napi-narapidana-penjawa-virus-corona-covid-19-ruangobrol

Nasib Para Napi di Tengah Virus Corona

By

Saat awal virus Corona atau Covid-19 merebak dan dinyatakan penularannya melalui kontak langsung, seorang kawan terpikir dengan kondisi narapidana (napi) di penjara. Menurutnya, para napi bisa minim risiko tertular Corona karena tak bersentuhan dengan orang luar dan bisa sangat berisiko tertular ketika satu di antara mereka sudah positif mengidapnya.

Pikiran itu ada benarnya. Penjara adalah tempat yang terisolasi. Hampir tak mungkin orang luar bebas keluar masuk penjara. Kondisi yang blessing in disguise di tengah wabah Corona. Mereka berjarak dari dunia luar yang sudah terjangkiti Corona, tapi sekaligus tak bisa menghindar ketika Corona sudah sampai di penjara.

Benar saja. Pada Februari lalu, akibat kegagalan keamanan penjara memastikan pencegahan penyebaran virus Corona, sebanyak 234 napi di penjara dua provinsi berbeda di Cina positif mengidap virus tersebut dalam waktu kurang dari seminggu. Akibatnya 7 petugas lapas dipecat.

Di Iran awal bulan lalu hal sama terjadi. Seorang napi menjadi suspect Corona. Ini menimbulkan kepanikan bahkan sampai terjadi kerusuhan di penjara. Untuk meredakan hal itu, pemerintah Iran memutuskan membebaskan 54.000 napi dengan kompensasi uang untuk melanjutkan pemeriksaan kesehatan berkala di bawah kemenkes Iran.

Di New York, para napi diberi pelatihan membuat hand sanitizier secara mandiri. Hand sanitizer itu selain digunakan sendiri juga untuk disumbangkan ke masyarakat. Sampai saat ini belum ada laporan kasus Corona di dalam penjara New York.

Lalu bagaimana di Indonesia? Hari ini (16/3/2020) Direktorat Jenderal Lapas (Ditjen Pas) memutuskan kunjungan ke seluruh penjara di Jakarta ditiadakan demi mencegah masuknya virus Corona. Mengingat Jakarta adalah kota paling banyak kasus positif Corona.

Peraturan sejenis juga akan diberlakukan di seluruh Lapas, Rutan dan Lapas Khusus Anak di negeri ini.

Adapun total pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia sebanyak 117 kasus per Minggu (15/3/2020) atau bertambah 21 orang dari hari sebelumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like