musik-album-lilis-suryani-irama-record-ruangobrol

Irama, Label Musik Pertama Milik Orang Indonesia

By

9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Pemilihan tanggal ini disematkan kepada hari lahir WR Supratman, komposer dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Namun, kali ini saya tak akan membahas tentang WR Supratman. Sudah banyakirama buku sejarah yang menulis tentangnya berikut karya-karya musiknya. Melainkan, saya akan menulis tentang label musik pertama di Indonesia.

Musik telah ada dalam masyarakat Indonesia sejak berabad-abad lamanya. Kita saat ini mengenalnya sebagai musik tradisional yang berirama pentatonis. Kemudian berkembang dan berakulturasi dengan musik Barat yang diatonis saat era penjajahan Belanda.

Saat era penjajahan, masuklah sejumlah piringan hitam dari pelbagai label musik di Eropa. Menurut Denny Sakrie, dalam bukunya, 100 Tahun Musik Indonesia, pada 1903 mulai masuk label rekaman bernama Colombia Gramophone Company. Piringan hitam produksi mereka laris di pasaran.

Selama era penjajahan, orang Indonesia tak ada yang terpikir mendirikan label sendiri. Karena kondisi saat itu memang tak memungkinkan. Label musik pertama milik orang Indonesia baru hadir pada 1951. Namanya Irama. Didirikan oleh seorang Perwira AURI, Suyoso Karsono atau kerap dipanggil Mas Yos.

Studio rekaman Irama terletak di garasi rumah Mas Yos seluas 2×3 meter, di jalan H Agus Salim Nomor 65 dan Jalan Besuki Nomor 23, Jakarta.

Denny Sakrie mencatat, musisi seperti Bing Slamet, Sam Saimun, Mus Mualim, Titiek Puspa, Bubi Chen, Nick Mamahit, Jack Lesmana, Rahmat Kartolo, sampai Koes Bersaudara yang kelak menjadi lokomotif Pop Indonesia pernah merekam musiknya di studio Irama.

Rekaman pertama produksi label Irama adalah dari pianis jazz Nick Mamahit bersama trio yang terdiri dari Dick Abel, Dick Van Der Capellen, dan Max Van Dalm.

Meskipun label musik pertama, tapi Irama sangat idealis. Musisi yang direkam oleh Irama selalu bercita rasa tinggi dari berbagai genre. Hal ini membuat Irama sempat mengalami kesulitan keuangan, sampai akhirnya tutup pada 1967.

Irama memang sudah tak ada saat ini. Namun, jejaknya masih terasa dari lagu-lagu dan penyanyi yang pernah direkamnya. Tak cuma itu, pada 1968 Mas Jos mendirikan lagi tiga label rekaman: Elshinta, Jasmine dan J&B. Label Elshinta adalah cikal bakal radio Elshinta yang bisa kita nikmati sampai sekarang.

Sudah semestinya Mas Yos dan label Irama dianugerahi sebagai bapak rekaman Indonesia. Selamat Hari Musik Nasional!

Sumber foto: rumahantik53

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like