Apa yang Paling Menarik dari Forum Jihad di Masa Lalu?

Arif Budi Setyawan
Arif Budi Setyawan
3 Min Read

Bagi para pemerhati isu terorisme/radikalisme yang baru muncul setelah kemunculan ISIS, bisa dipastikan mereka tidak menemukan lagi era forum jihad di ranah online. Forum jihad dulu menjadi rujukan utama para ‘jihadis radikal’ dalam mencari berita-berita seputar jihad dan mujahidin dari seluruh dunia. Selain itu juga menjadi rujukan dalam mencari panduan atau ilmu yang dibutuhkan dalam jihad.

Di antara semua isi forum-forum jihad yang ada, yang paling digemari oleh para member forum adalah berita-berita seputar jihad dan mujahidin, baik yang berupa video, audio, maupun tulisan. Ini terbukti dari view pada kolom berita jihad dan mujahidin yang konsisten menempati urutan teratas jumlah views-nya.

Apa yang membuat berita-berita itu menjadi istimewa?

Salah satu alasan utamanya adalah karena bisa melihat aneka laporan dari berbagai medan jihad di seluruh dunia, yang berasal dari koresponden di lapangan.

Ya benar! Mereka yang menulis adalah orang yang terlibat langsung di lapangan.

Misalnya: tulisan tentang suasana di sebuah kamp pelatihan di Somalia atau Mali, ataupun tulisan tentang hasil sebuah operasi yang dilakukan kelompok jihad tertentu lengkap dengan foto-fotonya.

Itu semua benar-benar ditulis oleh orang yang ada di lapangan.

Secara berkala, masing-masing kelompok jihad itu merilis video dokumenter dari beberapa operasi mereka. Kadang pula dokumentasi tentang suasana pelatihan yang mereka ikuti dalam kurun waktu tertentu.

Biasanya tiap 3 sampai 4 bulan sekali mereka merilis video dokumenter seperti itu. Tetapi, untuk laporan terkini ya tulisan dari para koresponden itu.

Hampir semua kelompok jihad di luar negeri memiliki koresponden yang aktif mengirimkan update untuk forum. Artinya, mereka menganggap publikasi aktivitas dan eksistensi kelompok mereka melalui forum sangatlah penting.

Hampir semua kelompok jihad memiliki sayap media yang mempublikasikan pernyataan dalam bentuk teks, audio dan video ataupun rekaman kegiatan mereka dalam bentuk dokumenter.

Misalnya; Al Qaeda pusat memiliki sayap media resmi bernama As Sahab, Al Qaeda Islami Maghrib (AQIM) memiliki Al Andalus, Al Qaeda Iraq memiliki Al Furqan dan Al I’tisham.

Selain itu, Al Qaeda juga memiliki sebuah divisi media yang menaungi kelompok-kelompok jihad kecil di seluruh dunia yang masih dalam tahap rintisan dan belum memiliki sayap media sendiri. Namanya: Global Islamic Media Front (GIMF). Slogannya; Observing the Mujahideen News and Inciting the Believers.

GIMF inilah yang merilis berbagai berita dari kelompok-kelompok jihad kecil di seluruh dunia.

Bisa dibilang, GIMF ini adalah semacam promotor bagi kelompok-kelompok jihad kecil yang belum memiliki sayap media sendiri. Ataupun jika sudah punya, gaung medianya hanya sebatas lokal.

Nah, GIMF inilah yang akan membuatnya menjadi global. Sehingga, para aktivis jihad dari seluruh dunia akan mengetahuinya.

Pada kesempatan yang lain saya akan jelaskan lebih jauh tentang GIMF ini. Nantikan kehadirannya.

ilustrasi: Pixabay.com

Share this Article
Posted by Arif Budi Setyawan
Follow:
Observing and Inspiring
Leave a comment