Konspirasi

Konspirasi Penusukan Wiranto

By

Anggapan rekayasa atau drama atas aksi penusukan yang menimpa Pak Wiranto, tak kunjung padam. Banyak yang meyakini bahwa ini ada konspirasi di balik ini semua. Beberapa cuitan dari netizen berbunyi sebagai berikut :

“ah! Itu mah settingan, keliatan banget kok dramanya. Kok bapak yang baju merah engga ngapa ngapain??? “

“masa’ waktu pak wiranto ada di mobil udah ada perbannya” (ah elah.. Itu singlet, bambang!)

Banyak netizen percaya bahwa ini hanyalah pengalihan isu terhadap RKHUP, revisi UU KPK, kasus Papua, dan Karhutla. Kok bisa pas, setelah Pak Wiranto banyak bersuara tentang itu, tak lama ada yang menusuk beliau. Belum lagi sebuah akun sempat membuat pernyataan yang berasal dari artikel ruangobrol. Hebohlah dunia maya seketika.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan kepolisian, aksi ini benar terjadi dan didalangi oleh kelompok ekstrimis. Kelompok Abu Zee dari JAD. Pemahaman kelompok  ini mengatasnamakan “agama” dan berkeyakinanbahwa Wiranto yang notabene orang di pemerintahan adalah thogut. Setiap thogut harus diperangi.

Mereka merujuk pada fatwa yang dikeluarkan pemimpin mereka di Suriah maupun ulama mereka di Indonesia. Jadi, bisa dibilang aksi ini merupakan lanjutan dari beberapa teror yang terjadi di dunia atas seruan juru bicara ISIS sejak tahun 2014 lalu.

Salah satu rujukan mereka adalah fatwa bahwa mereka yang disebut “kafir” harus dibunuh, terlebih mereka yang menjadi bagian dari pemerintah. Pembunuhan tersebut bisa dilakukan dengan menghancurkan kepalanya dengan batu,bunuh dengan pisau, tabrak dengan kendaraan jatuhkan dari tempat tinggi, mencekiknya atau dengan racun. Bahayanya, ini dipercaya oleh pengikutnya.

Anggapan settingan ini membuat kelompok ekstrimis justru senang dan lebih bersemangat untuk melakukan teror. Kenapa? Mereka bersembunyi dibalik anggapan drama oleh masyarakat. Lebih jauhnya mereka merasa didukung oleh masyarakat luas.

Dikutip dari tribunnews, mantan narapidana teroris, Sofyan Tsauri beranggapan bahwa pemikiran konspirasi terhadap aksi terorisme akan membuat pelaku makin sulit diidentifikasi dan menjadi sulit untuk diselesaikan.

“Saya jelaskan bahwa pemahaman-pemahaman tafsir ini ada, jangan bicara konspirasi. Siapakah yang diuntungkan dari peristiwa ini. Ini menyesatkan, berarti orang-orang seperti kita, tuduhan konspirasi seperti itu, mengatakan kalau orang-orang seperti kita tidak pernah ada,”

Selain menyesatkan opini publik, Sofyan mengatakan anggapan adanya konspirasi membuat kasus terorisme sulit dihentikan. Menurutnya bila ada dalang dalam kasus terorisme, maka hal tersebut bukan inti penyebab terorisme.

“Sampai kapanpun penyelesaian terhadap terorisme itu tidak pernah jelas. Kenapa, karena menganggap bahwa peristiwa teroris ini adalah rekayasa oleh sebuah kekuatan besar. Jangan bicara konspirasi dulu, faktanya orang seperti kita ada. Kalaupun orang-orang peminat ini disetir oleh orang lain itu beda persoalan, beda bab. Tetapi faktanya bahwa orang-orang seperti itu ada,” jelasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like