Jomblo Katanya Tak Berhak Bahagia

Ketika kebahagiaan jomblo dipertanyakan, maka apakah pasangan pasti bahagia? Kesimpulannya tidak semudah itu ferguso. Ini dia tips bahagia buat para jomblo!

By

“Makanya kawin biar bahagia!”

“Lagi, jomblo sih jadi merana”

“Malam minggu hujan adalah idaman para jomblo”

Merana amat kayanya jadi jomblo. Padahal berapa banyak pasangan yang harus menerima kekerasan dalam hubungan atau rumah tangga? Berapa banyak orang yang menangis karena masalah dalam hubungan? Jomblo tidak merasakan itu guys!

Banyak orang saat ini menganggap jomblo sebagai aib. Bukankah pacaran penuh zina itu yang aib? Astagfirullah rizka. Semoga jomblo senang setelah membaca artikel ini.

Lalu apa yang mau dibahas dalam artikel ini? Tentu adalah tidak ada kepastian kebahagiaan bagi jomblo maupun mereka yang telah berpasangan. Kenapa? Mari kita bahas.

Jomblo memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri. Tanpa harus laporan dulu, apalagi kirim live location via whatsapp. Mereka bisa makan apa aja yang mereka suka tanpa pertimbangan apakah pasangan suka. Meskipun harus makan sendiri, bayar sendiri dan ngenes ngeliatin orang makan berdua. Yaudahlah ya ikhlas saja, biar Tuhan yang balas keikhlasanmu.

Selain itu, jomblo juga masih bisa jalan berdua dengan teman perempuan dan jomblowati bisa jalan dengan teman lelaki. Meski kadang berpotensi friendzone. Namun, seganteng apapun temanmu itu tetap aja bukan milikmu dimana kamu gak berhak cemburu. Karena posesif itu adalah sebuah adrenalin yang tidak biasa. Bisa membakar semangat sekaligus melumpuhkan.

Sedangkan yang berpasangan memiliki kelebihan untuk lebih semangat. Kan kalau ada yang semangatin, merasa dicintai, itu rasanya beda, jombs! (Eh maap maap). Tapi saat ada masalah, bisa rapuh serapuh-rapuhnya. Gak enak makan, gak enak kerja, gak enak tidur, pokoknya merana juga.

Enaknya? Tentu ada teman berbagi di segala situasi. Segala hal itu akan terasa ringan ketika dipanggul berdua dibanding sendiri. Tapi juga saat berpasangan, kita dituntut untuk mengerti dan memahami pasangan kita dalam segala perkataan maupun perbuatan. Tapi kalau udah dijalanin gak seribet ini kok. Kalau jomblo tidak perlu melakukan ini, justru semua orang akan memahamimu.

Jadi mana yang pasti bahagia? Yang pasti bahagia adalah yang menikmati hidupnya. Baik jomblo maupun berpasangan, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kedua pilihan ini bergantung pada cara kamu menjalaninya. Ketika kita terlalu peduli komentar orang lain, disitulah meranamu dimulai. Padahal standarisasi kebahagiaan setiap orang berbeda. Fokus pada apa yang kamu jalanin karena bahagia kamu yang buat!

Mau curhat? Yuk ngobrol aja ama kita dipojok kanan bawah, ditunggu yaaaa!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like