Memeriksa untuk Sebuah Kepastian

By

Tidak selamanya hidup di bawah zaman dengan teknologi canggih membuat kita terhindar dari segala konflik. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi dapat membantu kita dalam sebuah “kepastian”. Contoh: kita bisa memeriksa Google Maps terlebih dahulu, sebelum melakukan perjalanan. Apakah macet atau tidak? Kita bisa cek review orang-orang sebelum ke rumah makan atau tempat wisata. Jelas, testimoni orang orang memang lebih meyakinkan hati kita.

Tapi kenyataannya, akhir-akhir ini kuping kita tidak pernah absen dari mendengar berita berita perpecahan, perkelahian, konflik dan berbagai macam. Apalagi, ini era post truth. Dengan tersedianya teknologi yang canggih, gak selamanya membuat manusia melek.

Kadang cukup sulit kalau berita berita tersebut menyentuh sisi emosional kita. Persoalan agama, pendidikan, status ekonomi. Dan yang saat ini sering digoreng adalah SARA. “Kan.. Pasti benar, gak mungkinlah mereka bohong” kata-kata ini kerap muncul dalam hati kita. Sehingga, tanpa berpikir panjang kita dapat dengan cepat membagikan juga berita-berita tersebut.

Inilah yang membuat saya dulu begitu yakin dengan berita kelompok khilafah di media sosial. Mereka pasti benar, kan mereka menyampaikannya dengan dalil-dalil agama.

Bagaimana kita bisa memastikan hal tersebut, kalau kita tidak mau cek dan ricek ke orang yang lebih paham atau mencari lebih dalam lagi?

Menentukan arah

Sebagaimana yang sering saya sebutkan, kita (kalau yang Muslim ya) harus selalu merujuk pada surat Al Hujurat ayat 6. Ya, karena yang membagikan adalah orang-orang yang kita sukai. Karena memang sebelumnya, diri kita sedang mencari hal tersebut (rindu zaman Nabi)

Adanya gambar dan video sering sekali membuat kita yakin akan kebenaran sebuah berita. Padahal, foto dan video belum tentu bisa menceritakan kejadian yang sesungguhnya.

Hal ini saya dapatkan ketika mengikuti workshop seputar hoax pada tanggal 27 Agustus lalu, yang diadakan oleh toleransi.id. Mas Saptiaji Eko Nugroho sebagai narasumber dari MAFINDO.

Karena ada hal seperti ini, membuat kita bingung ‘mana sih yang harus dipercaya dan diikuti’??

Hidup itu jihad guyss. Kita perlu struggle atau berjuang.  Artinya? Jangan manja!

Kita harus mau untuk mencari dan memastikan berita tersebut benar atau tidak. Dengan cara apa? Kita bisa cek terlebih dahulu website yang membagikan berita tersebut. Kita juga bisa cek di alamat turnbackhoax.id , cekfakta.com , stophoax.id , google reverse image search.

Dari ilustrasi sekaligus kenyataan yang ada, mengajarkan kita suatu kepastian dan ketidakpastian yang ada dalam lika-liku kehidupan kita.

Hidup memang penuh ketidakpastian. Berita yang awalnya sudah sangat kita yakini akan kebenarannya, gak taunya malah bohong. Bahkan, walaupun kita sudah lihat testimoni orang, apa yang terjadi pada diri kita ternyata berbeda.

Intinya, jangan ekspektasi terlalu tinggi akan setiap hal. Kita harus berusaha dan berharap yang terbaik. Karena kepastian hanya pada Tuhan. Jadi, kita harus punya persiapan untuk menghadapi yang terburuk.

Sebagaimana kata Jimmy Dean, penyanyi musik country, aktor, dan pebisnis, “Saya tak mampu mengubah arah angin, tapi saya dapat menyesuaikan layar perahu saya untuk mencapai tujuan saya,”

Do your best let God do the Rest!

 

Sumber ilustrasi https://pixabay.com/id/photos/fajar-papierschiff-kapal-laut-3361172/

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like