Quarter Life Crisis: Saat Galau Kepastian Karir, Jodoh, dan Hidup

By

Quarter Life Crisis adalah momen ketika kamu mengalami stres akibat tekanan dan tuntutan dari lingkungan sekitarmu. Di saat yang sama, kamu juga merasa kehilangan tujuan hidupmu sendiri.

Menurut The Guardian, 86% milenial di rentang usia 20-30 tahun pernah mengalami hal ini karena merasa tidak bisa mencapai target hidup sendiri maupun harapan orang lain padamu (keluarga, bos, pasangan). Sehingga, seringkali kamu merasa kesepian, hilang arah, kecewa, bahkan depresi.

Kamu mulai mempertanyakan apakah pekerjaan yang sedang kamu jalani adalah pekerjaan yang benar-benar kamu inginkan. Kamu menginginkan hal-hal baru di hidupmu tapi ada tanggungan lain yang harus kamu pikirkan. Mungkin kamu juga mempertanyakan apakah pasangan yang selama ini menemanimu adalah orang yang ingin kamu nikahi, atau sebenarnya kamu menginginkan pacar orang? (ups!).

Bagi para jomblo, kamu mulai mempertanyakan kualitas dirimu sendiri: kamu tidak cukup cantik/ganteng, pintar, dan layak karena kamu enggak kunjung dapat pasangan di saat keluarga dekat sudah minta undangan kawin… eh nikah, ya?

Jadi apa sih yang sebaiknya kita lakukan saat semuanya terasa enggak pasti gini?

Berhenti Membandingkan Dirimu dengan Saudara, Teman, dan Orang Lain

Ini kehidupanmu, perjalananmu, perjuanganmu. Kamu punya tujuan akhirmu sendiri dan pastinya berbeda dengan tujuan hidup saudaramu, sahabatmu, atau social media influencer yang kamu ikuti. Jadi enggak wajar kan, kalau kamu membandingkan pencapaianmu dengan pencapaian mereka? Kamu enggak lagi berkompetisi dengan siapapun, kok. Justru kamu berkompetisi hanya dengan dirimu sendiri di masa lalu, untuk melihat versi dirimu yang lebih baik di masa depan. Membandingkan dirimu dengan orang lain hanya akan membuatmu lupa akan tujuanmu sendiri, padahal kamu sudah melangkah sejauh ini, loh!

Rehat dari Media Sosial Jika Dirasa Perlu

Mungkin kamu tertarik untuk coba kebiasaan ini: saat bangun tidur, pikirkan tiga hal sederhana yang pengen banget kamu lakukan hari itu dan hindari membuka media sosial. Sebelum tidur, jauhkan tanganmu dari smartphone dan ingat tiga hal sederhana yang kamu syukuri hari itu. Misalnya… abang ojol yang ramah dan lalu lintas yang lancar, ada cowok ganteng yang ngelirik kamu, kendaraan umum yang muncul tanpa harus nunggu lama, atau hal simpel lain yang membuatmu bersyukur daripada membandingkan dirimu dengan hal semu di media sosial.

Fokus dengan Tujuanmu Saja & Buat Target yang Terukur

Baca lagi: target yang terukur. Kamu pasti punya target besar yang ingin kamu capai tahun depan, atau beberapa tahun ke depan. Nah, untuk menuju target besar itu, buat target kecil yang ingin kamu capai setiap minggunya. Ini akan membantu pikiranmu tetap mengejar target besar tersebut namun lebih realistis dan bertahap. Dirimu juga enggak langsung frustrasi ketika kamu ingat se-besar apa target tersebut tapi kamu bingung gimana bisa mencapainya. Ingat, kamu enggak mungkin sampai di restoran kalau kamu masih aja ngulet di kasur, kan?

Hidup Tidak Seperti Mi Instan

Percaya dan bangga dengan prosesmu sendiri. Semesta tahu banget kok, kapan dirimu siap untuk sesuatu. Siap untuk jatuh cinta, menikah, punya anak, atau naik jabatan. Kamu tidak akan diberikan sesuatu kalau dirimu sendiri belum siap, karena justru akan menambah beban dan masalah di hidupmu. Jadi, kalau kamu benar-benar menginginkan sesuatu, buatlah dirimu siap untuk itu. Bukan hanya siap untuk sisi menguntungkannya ya, tapi juga bertanggung jawab untuk sisi enggak enaknya. Proses memang membosankan dan melelahkan, tapi itu yang akan paling kamu kenang saat kamu sudah sampai di tujuan.

Dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu bahagia!

 

Sumber ilustrasi: https://medium.com/@avitalbayer/the-quarter-life-crisis-and-how-to-make-the-best-of-it-29c4d48cb1ed

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like