Ngobrolin Jihad, Yuk! (Bagian 2)

By

Nah, sekarang masuk ke artinya nih. Kata jahadu adalah kata benda dari jihad. Singular lampaunya, jahada (maskulin) atau jahadat (feminim). Singular aktifnya mujahid (maskulin), mujahidah (feminim). Akar kata jihad merupakan juhd artinya effort atau usaha.

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu (strive / Jaahadaka) untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 8).

Sampai sini, nampaknya sudah mulai tergambar oleh teman teman,ya.. bahwa jihad mempunyai arti dalam bahasa inggris sebagai strive, struggle, and toil. Yakni berarti bersungguh sungguh, berusaha keras, bekerja keras, bersusah payah, berjuang, perjuangan.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad (Jahaaduu) dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15)

Memang, perang bisa termasuk ke dalam berjuang atau perjuangan. Namun, kita semua harus paham. Kapankah jihad tersebut dapat dikatakan sebagai qital.
Nah, ini juga harus ditekankan, bahwa Allah menyebut perang adalah qital (membunuh, perang).

Allah pastinya menjelaskan kepada hamba-hambanya, ya kan?. Kan Alquran diturunkan sebagai petunjuk untuk umat manusia dengan lengkap dan rinci.

Berjuang bisa dalam hal peperangan apabila hal tersebut diperlukan dalam kasus penindasan yang bejat dan dalam konteks tertentu. Allah melarang berperang kecuali dengan alasan membela diri atau self defense bukan sebagai tindakan penindasan.

Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu,” “(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata, Tuhan kami ialah Allah. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Hajj 22: 39 – 40)

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 8).

Kapanpun ada kemungkinan untuk menghindari perang, maka selagi hal tersebut masuk akal atau beralasan, maka tidak apa-apa untuk bertindak seperti itu (menghindari perang).

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 190)

Tapi, ada aja yang masih bilang kalau kita harus berperang dan membunuh mereka (orang orang kafir atau togut, dll.) bahkan tidak tanggung-tanggung, sampai rumah-rumah ibadah, dan para jamaah yang sedang beribadah, mereka serang dan habisi juga…hasbunallah laa hawla wa laa quwwata ilaa billaaah.

Para pelakunya mengklaim bahwa hal tersebut merupakan perintah dalam Quran.
Wait wait… tunggu kawan. Jangan bawa-bawa Tuhan dong. Coba deh cek di bawah ini:

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 28)

Bukankah larangan tentang membunuh jiwa yang diharamkan Allah sudah ada aturannya di Quran dan kitab terdahulu.

“Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 32)

Bersambung..

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like