Di mana-mana Baku Hantam, Salah Siapa??

By

Tiap hari, ada aja berita yang membahas adanya keributan di sudut-sudut negeri ini. Mulai dari perseteruan, adu mulut, senggol-senggolan sampai baku hantam dan kerusuhan.

Ya, abisnya kata netijen sih, “Buat apa Tuhan ciptakan dua tangan kalau bukan untuk baku hantam?,” hehehe.

Adanya ungkapan seperti itu dari beberapa netijen tampaknya hanya bercanda sih, atau hanya sindirian sebab sudah lelah dengan banyaknya perdebatan. Jadi, daripada capek-capek bikin berisik, sekalian aja baku hantam!

Eh tapi gatau juga ya… Mereka nulis itu maksudnya apa. Sekadar sindiran-sindiran atau emang pengennya pada ribut.

Eh tapi… Tunggu,tunggu.
Pada suka denger gak sih, ucapan itu doa. Nama itu doa, perkataan doa. Makanya kan sering dapat ceramah dari orang-orang, agar kita berhati-hati dalam berbicara. Karena bisa saja perkataan itu malah terkabul.

Komentar netijen yang seperti itu, membuat hati saya menggelitik. *duh geli #Apaansiiih.

Oleh karena itu, saya mencoba nanya ke Mbah Google dengan keyword begini “Keributan atau baku hantam di tahun 2019”. Saya cari-cari berita yang terjadi di Indonesia saja, dan saya dapatkan dari berbagai media mainstream.
Mulai dari berita adanya anggota Dewan ribut sampai pukul-pukulan, dua pria baku hantam di Bali gara-gara bendera partai, viral video siswa SMP baku hantam, pergantian Ketua DPRD Merauke – massa pendukung nyaris baku hantam. Ditambah lagi, yang baru-baru ini terjadi di Ibu Kota; kerusuhan 22 Mei.

Haduuh…Makanya kalau komen tuh ya pikir pikir napa. Pas ada baku hantam beneran, pada bingung, marah-marah, gue kena imbasnya, nyalahin orang dan sebagainya.
Belum lagi komentar pendukung seperti: Ayuuk.. Saya ikut meramaikan, saya suka keributan, damai? Apa itu?

Terus buat apa, sampai detik ini para aktivis perdamaian, tokoh nasional, tokoh agama gembar-gembor narasi dan konten perdamaian, kalau ternyata beberapa orang dari penduduk negri ini doyannya keributan?
Dan sedihnya lagi, ada yang bawa-bawa nama Tuhan dalam komentar tersebut, “Kenapa kalian masih adu mulut, sedangkan Tuhan sudah menciptakan dua tangan untuk baku hantam?,” Kurang lebih narasinya seperti itu.
Nah loh!, emangnya tujuan Tuhan menciptakan tangan itu, untuk baku hantam? Padahal kalau ada yang berselisih, Tuhan menyuruh kita untuk mendamaikan pihak- pihak yang sedang berselisih itu. ( Surat Al-Hujurat ayat 10)
Hmm.. Gimana ya, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya ya kan…

Nampaknya agak lebay tulisan ini. Tapi, kita gak bisa pungkiri. Mulutmu, harimaumu.. Komenmu harimaumu. Omongan kita bisa berdampak ke berbagai hal. Buruk ataupun baik.

Sebagaiamna yang Allah sebutkan di dua ayat berikut:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 53)
“Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 23)

Ya.. Apalagi ini lagi bulan puasa kan, mbok ya berlomba-lomba cari pahala, dari pada ikut-ikutan ribut atau kompor-komporin “Saya suka keributan”.
Apalagi, Ramadan tahun ini terbilang cukup menegangkan di negeri ini. Banyak keributan, hoaks, kerusuhan, dll. Padahal setan lagi pada dikurung ya…

Yang membuat hati saya menggelitik, sehingga sampai mencari beberapa berita di Google, menjadi pengingat penting untuk saya pribadi, agar selalu berbicara dan berkomentar dengan benar dan baik..

Jadi, di manapun kita, mau di dunia nyata atau maya, berusahalah untuk ngomong yang baik-baik, biar yang terkabul yang baik-baik.
Okey..okey *ting 😉

Mohon maaf lahir dan batin…

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/L1MQvkd153d1Pmh47

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like