Begini Peran Enam Tersangka Penyerangan Polsek Daha Selatan

Other

by Akhmad Kusairi

Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap enam orang terduga teroris di Kalimantan Selatan. Penangkapan itu terkait dengan aksi teroris penyerangan Polsek Daha Selatan Kalimantan Selatan pada awal Juni 2020 lalu. Akibat serangan itu satu orang anggota Polsek Daha Selatan meninggal dunia dan satu orang anggota polisi luka-luka.

Sementara pelakunya, Abdurahman, tewas di tempat kejadian karena melawan saat hendak ditangkap oleh aparat keamanan. Selain melakuakn serangan fisik pelakunya juga membakar mobil patroli Polsek Daha Selatan.

Terduga teroris itu merupakan anggota Jamaah Ansharu Daulah pimpinan Zaenal Anshori. JAD sendiri sudah dinyatakan organisasi terlarang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Pol Awi Setiyono penangkapan itu merupakan bagian dari penegakan hokum dalam rangka mencegah terjadinya teror di wilayah Indonesia.

Awi menjelaskan tersangka yang ditangkap atas nama inisial NZN alias Zay alias Armagedon12 alis lonewolf alias Hamba Allah yang ditangkap pada Senin 1 Juni 2020 lalu. Tersangka NZN yang merupakan kelahiran Nagara itu ditangkap di Guntung manis kec landasan Ulil kota banjar baru Kalsel. NZA saat ini masih menyandang status sebagai pelajar dan merupakan warga Daha Selatan Kalsel.

“Dalam rangka penegakan hukum dalam rangka preventif strike tindak pidana terorisme di wilayah Indonesia. Pada kesempatan siang ini ada tiga wilayah. Pertama wilayah Kalimantan Selatan, pada tanggal 1 Juni sampai 8 Juni 2020 telah dilakukan penegakan hukum tujuh orang tersangka. Satu orang meninggal dunia," kata Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/8).

Awi menjelaskan keterlibatan NZA dalam Kelompok Teror JAD Kalsel sebagai sekretaris. Menurut Awi, NZA juga sudah berbaiat kepada Amir Daulah Islamiyah alias ISIS baik Abu bakar Al Baghdadi atau penggantinya Abu Ibrahim Al Hasyimi.

“Beberapa kali mengikuti kajian JAD Kalsel daerah Banjar Baru di  bawah pimpinann Taklis,” kata Awi lagi

Selain itu, NZA beberapa kali mengikuti latihan (I’dad) bersama dengan JAD Kalsel di daerah Banjar Baru. NZA juga terlibat dalam perencaan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan bersama dengan Taklis, Abdurahman, Abdul Somad, Andi Susandi, dan Rafi di sebuah gubuk yang berada di daerah Parigi, Daha Selatan HULU Sungai Selatan.

“NZA pada akhir Mei 2020, bersama dengan Rafi melakukan survei terhadap polsek daha selatan dan kemudain melaporkan kepada abdurahman mengenai situasi polsek yang mereka survei,” jelas Awi

Lebih lanjut Awi menjelaskan bahwa NZA menyembunyikan atau mengubur barang bukti buku-buku kajian daulah Islamiyah milik Abdurahman, beserta paspor milik taklis yang akan dibuat untuk hijrah ke Suriah.

“Tersangka juga menampung dana dari luar rekening BRI kmiliknya untuk mendanai kelompok  MIT di Poso atas perintah Taklis,” imbuhnya

Kemudian Awi menjelaskan identitas tersangka kedua kasus penyerangan Polsek Daha Selatan atas nama  MRR alias Afi alias Rafi, bin Ismail. Sama dengan NZA, MRR ditangkap pada 1 Juni 2020. Keterlibatan MRR adalah iktu merencanakan dan melakukan survey lokasi serangan di Polsek Daha Selatan.

“MRR alamatnya Palam kecamatan Cempaka Kalsel. Waktu penangkapan 1 juni 2020. Keterlibatan seperti terdahulu (NZA).

Tersangka ketiga adalah Andi Susandi (AS) alias abu Halwa alias Abu Khoilid bin Darisman. AS lahir di Tasikmalaya 5 Mei 1987 lalu. Dia berprofesi sebagai wiraswassta. Dia berasal dari Ciputat Tangerang Selatan Banten. Dia ditangkap di Desa Baru Gelang, Kalsel.

“Keterlibatan berbaiat dengan amir ISIS. Pada 2019, bersama Taklis membentuk tim kecil dengan tujuan untuk amaliyah. Pada Desember 2019, memberikan kajian akidah manhaj akidah ISIS untuk membakar semangat jihad para anggotanya. Keempat, tersangka AS mengetahui Abdurahman ingin amaliyah,” jelasnya

Masih kata Awi tersangka berikutnya adalah MN alias Nurdin alias Udin. Dia kelahiran Banjar masin 7 Agus 1998. Dia berprofesi sebagai  pekerja swasta. Dia ditangkap pada Jumat 5 Juni 2020 di kediamannya kelurahan Sungai China kecamatan Banjar Masin Utara Kota Banjarmasin.

“Keterlibatannya pada 2019 mendukung aksi amaliyah Abdurahman di Polsek Daha Selatan, mengguanakn pedang samurai miliknya, membakar mobil Polsek Mapolsek Daha Selatan,” jelasnya

Lebih lanjut tersangka yang ditangkap pada kasus yang sama adalah  TA, alias Taklis alias Abu Khotob alias Jack River, alias macan kumbang alias Jon Wick bin Ikhra diono. Dia kelahiran Tual Appril 1996 lalu. Dia berprofesi sebagai pekerja swasta. TA merupakan Ketua pengasuh pesantren Hidayatullah Banjar Baru. Dia ditangkap pada  5 juni 00.45 WITA di kelurahan Gunung baikat kecamatan Banjar Baru.

“Keterlebatan pada tahun 2017 berangkat ke Bangkok Thailand bertemu dengan Daniel alias adam. Dalam pertemuan tersebut memerintahkan membuat tamkin di Kalsel. Kalau tidak bisa bikin halaqoh kecil bersama dengan Andi Susandi. Juni 2016 mempersiapkan paspor untuk hijrah gabung ISIS di suriah pada Mei 2017. Tersangka merencakan berangkat bersama istri dan anak,” imbuhnya

Terakhir tersangka atas nama MS alias Salihin alias Abu yusuf, alias Yufu Abdul Bar, alias Soleh, alias Nadirsyah alias Dulgani. Dia kelahiran 12 Juli  tahun 1974 lalu. Dia berprofesi sebagai pekerja swasta. Dia beralamat di  desa pemangkih Tengah, Kabupaten Banjar Kalsel. Dia ditangkap pada 8 Juni 2020 di kelurahan sungai lulut.

“Keterlibatan MS adalah Ikut mendanai persiapan penyerangan anggota polisi di bima NTB,” pungkasnya

Komentar

Tulis Komentar