Mengenal Abu Dujanah Al Khurosani: Legenda Aktivis Forum Jihad Internasional

By

Abu Dujanah Al Khurosani atau dunia internasional lebih mengenalnya dengan nama Humam Khalil Abu-Malal Al-Balawi, adalah pelaku serangan bom bunuh diri di markas CIA Camp Chapman yang berada di provinsi Khost Afghanistan pada 30 Desember 2009. Serangan itu membunuh 7 personel CIA: yang terdiri dari lima perwira, termasuk kepala pangkalan, dan dua kontraktor. Lalu ada lagi seorang petugas dari intelijen Yordania, dan seorang Afghanistan yang bekerja untuk CIA. Total korban meninggal 10 orang termasuk pelaku. Selain itu juga melukai belasan orang lainnya. Pemboman itu adalah serangan paling mematikan terhadap CIA dalam kurun waktu lebih dari 25 tahun.

Pada tulisan ini saya akan paparkan profilnya versi data yang terungkap ke media dan publik internasional. Meskipun ada sebagian yang tidak sama, tetapi mayoritas data itu sinkron dengan penuturan Abu Dujanah al Khurosani dalam sebuah video wawancara dengannya berdurasi 45 menit yang beredar di forum jihad internasional.

Dalam video itu ia menceritakan bagaimana awalnya ia bisa sampai di Afghanistan untuk bergabung dengan Taliban, motivasinya, hubungannya dengan intelijen Yordania, tujuan misinya, dan pesan-pesan untuk para mujahidin. Saya akan kupas isi video itu pada tulisan berikutnya.

*****

Abu Dujanah al Khurosani atau Humam Khalil Al-Balawi, 32, adalah seorang dokter Yordania yang bekerja di sebuah klinik untuk perempuan dan anak pengungsi Palestina di kamp pengungsi Marka dekat Amman, Yordania. Dia adalah seorang simpatisan Al-Qaeda dari kota Zarqa , kota asal militan Islam Yordania, Abu Mus’ab Al-Zarqawi . Dia menikah dan memiliki dua anak perempuan.

Situs-situs web Islami, serta beberapa surat kabar, menyebut Humam Al Balawi atau Abu Dujanah Al Khurosani sebagai agen rangkap tiga, yaitu seseorang yang diyakini sebagai agen ganda oleh organisasi intelijen yang ia infiltrasi. Ia dianggap bekerja untuk CIA, GID (Badan Intelijen Yordania), sekaligus untuk Taliban Afghanistan.

Humam Al-Balawi memiliki sejarah mendukung gerakan Islamis secara online dengan nama samaran Abu Dujanah Al-Khurasany. Al-Balawi menjadi administrator dan kontributor terkenal untuk Forum Al-Hesbah, forum jihadis online. (Forum ini sangat terkenal di tahun 2007-2009).

Al-Balawi ditangkap oleh intelijen Yordania pada Januari 2009 dan ditahan selama tiga hari. Selama interogasi Al-Balawi, pejabat intelijen Yordania mengancam akan memenjarakannya dan mengakhiri karir medisnya, dan mereka mengisyaratkan bahwa mereka dapat menimbulkan masalah bagi keluarganya. Al-Balawi diberitahu bahwa jika dia bekerja sama, rekam jejaknya akan dibersihkan dan keluarganya ditinggalkan sendirian.

Setelah episode ini, GID dan CIA percaya bahwa mereka telah mengubah Al-Balawi menjadi agen ganda. Sebuah rencana dikembangkan untuk Al-Balawi untuk menyusup ke Al-Qaeda di Wilayah Kesukuan di Pakistan, di sepanjang perbatasan Afghanistan. Pada bulan Maret 2009, Al-Balawi meninggalkan Yordania dan tiba di Peshawar, Pakistan, dan memasuki wilayah kesukuan. CIA mengambil alih pengelolaan Al-Balawi dari Yordania sekitar paruh kedua tahun 2009, mendikte bagaimana dan kapan informan akan bertemu dengan pengawalnya. Hal ini adalah menurut perwira intelijen AS saat itu dan sebelumnya.

Al-Balawi diundang ke Camp Chapman setelah mengaku memiliki informasi terkait pemimpin senior Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri. Al-Balawi tidak digeledah sebagai tanda penghormatan karena nilainya dianggap sebagai seseorang yang dapat menyusup ke jajaran pemimpin senior Al-Qaeda. Seorang mantan perwira kontra-terorisme AS, serta pejabat pemerintah Yordania, mengatakan bahwa dia telah memberikan informasi intelijen yang berguna dan dapat ditindaklanjuti kepada CIA selama beberapa minggu pekerjaan penyamaran di wilayah tersebut. Dia dipandang oleh CIA dan pemerintah AS sebagai harapan terbaik untuk melacak kepemimpinan Al-Qaeda. CIA telah mempercayai Al-Balawi dan agen mata-mata Yordania menjaminnya, menurut para pejabat.

Pada 9 Januari 2010, jaringan televisi Pakistan AAJ TV menayangkan video yang telah dirilis oleh Tehrik-i-Taliban. Video itu menunjukkan Al-Balawi, duduk di samping Hakimullah Mehsud, bersumpah untuk membalas kematian pemimpin Taliban Pakistan: “Kami tidak akan pernah melupakan darah amir kami, Baitullah Mehsud. Kami akan selalu menuntut balas dendam untuknya di dalam dan di luar Amerika.” Hakimullah Mehsud menggantikan sepupunya Baitullah Mehsud sebagai pemimpin Tehrik-i-Taliban setelah Baitullah terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS beberapa bulan sebelumnya.

(Sumber https://en.wikipedia.org/wiki/Camp_Chapman_attack)

Ilustrasi: pixabay.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like