Ngobrolin Jihad, Yuk! (Bagian 1)

By

Apa respon kalian ketika mendengar kata jihad?
Bom bunuh diri? Perang suci? Perjuangan di jalan Tuhan?.

Mungkin masih banyak lagi ya, terkaan lainnya kalau kalian dengar kata jihad. Bahkan sampai ada yang alergi loh kalau dengar kata-kata itu. Sampai-sampai ada orang yang nggak mau memberi nama anaknya dengan nama jihad atau sekitaran itu, karena susah nanti kalau ke luar negeri… hmmm…

Apa iya seseram itu? Sampai-sampai bikin orang jadi takut.
Kira-kira salah siapa ya, sampai-sampai kata jihad bisa begitu mengerikan?. Dan apakah benar arti jihad itu seperti yang selama ini orang-orang pahami?.
Lalu, apakah bom bunuh diri, penyerangan ke kantor polisi, ngebom kafe dan rumah ibadah oleh suatu kelompok merupakan bagian dari jihad?.

Nah, enak nih kalau kita bahas bareng-bareng. Saya coba jabarkan hasil bacaan saya dari Alquran, pemikiran beberapa pakar serta definisinya seperti di kamus English Edward Lanes Lexicon.

Dalam Buku Islam, Peace, and Tolerance by Zahid Aziz, Menjabarkan beberapa penjelasan dari ulama-ulama terkemuka, salah satunya Dr. Thomas Irviing (d.2002), seorang akademisi dan penulis dari Kanada yang telah menerima Islam pada tahun 1950, memproduksi terbitan Quran pertamanya tahun 1985 sebagai The First American version. Pada sebuah kertas mengenai terjemahan tersebut beliau mengatakan bahwa jihad itu;
“……Dalam terjemahan yang sesuai itu, bukan berarti “perang suci”, kecuali dengan penambahan yang digunakan oleh para jurnalis…” [1]

Sementara, ahli kamus klasik mengungkapkan makna asli dari jihad sebagai perjuangan berkelanjutan yang hebat, kerja keras atau berusaha dengan tekun.

Source: Edward Lanes Lexicon (ANE. E.W, Edward Lanes Lexicon, Williams and Norgate 1863; Librairie du Liban Beirut-Lebanon 1968, Volume 2, Page 473)

Ngomong-ngomong, ngapain sih capek-capek ngejabarin soal jihad? Hehehe…

Jadi gini deh, teman-teman. Sampai detik ini masih ada saja loh yang menganggap jihad adalah perang suci melawan orang kafir, sehingga Islam dipandang sebagai agama yang penuh kekerasan dan kebencian.

Loh, kok dihubung-hubungkan dengan Islam? Jadi begini. Kebetulan aja ya, yang melakukan perbuatan-perbuatan yang dianggap “jihad” itu pakai simbol-simbol Islam, pakai takbir lah, pakai gamis, pakai jenggot lah (eh soal satu ini kebanyakan orang Timur Tengah juga begitu berpakaiannya, nggak melulu Islam kok hehehe)…

Dampaknya apa? seringkali Islam dipandang sebagai agama yang penuh kekerasan dan kebencian. Nah lo, dampaknya begitu kan… Padahal arti Islam itu sendiri kan berasal dari kata salam, artinya keselamatan, damai atau sejahtera. Jauh bukan dari kerusakan?.

Memang sejauh ini, banyak aksi-aksi kekerasan yang mengklaim itu perintah Alquran. Padahal, aksi nyatanya itu malah bertolak belakang dengan Alquran. Allah tidak pernah mengajarkan atau menurunkan ayat-ayat yang menyuruh umatnya untuk berbuat keji atau kejahatan.

Bagaimana penjelasan Jihad sendiri, dalam Alquran?
Tunggu di part selanjutnya, ya…

Bersambung

REFERENCES

[1] AZIZ. Z, Islam, Peace and Tolerance, 10. Views of Eminent Scholars, Page 83, Note 4 quoted: Islamic Perspectives,
published by the Islamic Foundation, 1979, p.132

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like