Refleksi Diri Tahun Baru Hijriyah

Other

by Kharis Hadirin

Halo, sobat Ruangobrol! Apa kabar semuanya? Selamat menikmati akhir pekan ya.

Kali ini penulis akan mengajak untuk membahas tentang perayaan tahun baru yang baru saja terjadi pada hari ini.

Hah, memang ada? Bukannya tahun baru jatuh setiap tanggal 1 Januari? Lalu tahun baru apa lagi? Pasti sebagian dari kalian ada yang belum mengetahuinya.

Tahun baru tentunya bukan merupakan sesuatu yang asing bagi kita. Istilah tahun baru sangat familiar di kalangan masyarakat, baik itu orang dewasa, tua, muda, bahkan anak-anak. Semua merasa senang ketika tahun baru tiba, bahkan beberapa hari sebelumnya, orang-orang sibuk untuk mempersiapkan peringatan tahun baru ini.

Sebelumnya, dalam kalender yang kita kenal sekarang, umumnya perayaan tahun baru dilaksanakan pas menjelang pergantian tahun, yakni setiap tanggal 1 Januari.

Namun tahukah kalian bahwa sebetulnya tahun baru tak selalunya harus tanggal 1 Januari. Memang ada tahun baru selain tanggal 1 Januari? Iya, salah satunya adalah tahun baru Hijriyah. Dan kebetulan tahun baru Hijriyah jatuh pada 1 Muharram 1441 atau bertepatan pada tanggal 1 September 2019, yakni hari ini.

Sebenarnya apa sih tahun Hijriyah dan bagaimana kita memaknainya? Jika kita baca-baca sejarahnya, setiap tahun baru yang ada tidak terlepas dari suatu keyakinan agama tertentu.

Misalnya, tahun Masehi atau kalender yang kita kenal saat ini di mana biasanya dirayakan setiap tanggal 1 Januari.

Dalam sejarahnya, tahun Masehi ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret atau lebih kita kenal dengan nama Isa Al Masih bin Maryam. Sejak hari itu, setiap tanggal 1 Januari dirayakan oleh masyarakat di hampir seluruh dunia sebagai malam pergantian tahun baru. Karenanya, tahun Masehi sering juga disebut sebagai tahun barunya umat Kristiani.

Sementara dalam perhitungan kalender Islam, dikenal sebagai tahun Hijriyah.

Jika dalam kalender Masehi, awal tahun dimulai pada setiap tanggal 1 Januari sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Isa meski ini masih menjadi perdebatan.

Maka pada kalender Hijriyah, yakni dimulai sejak hijrahnya Nabi Muhammad dari Kota Mekkah menuju Kota Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah ini kemudian ditetapkan sebagai tanggal 1 Muharram tahun Hijriyah atau tahun Islam.

Di zaman Nabi Muhammad, kalender Hijriyah belum dimulai. Namun setelah masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, tahun Hijriyah ditetapkan sebagai perhitungan tanggal bagi umat Islam yang kemudian berlanjut hingga kini.

Mula-mula, pada penetapan awal tahun Hijriyah ini mendapat pertentangan di kalangan sahabat Nabi. Sebagian dari mereka mengusulkan agar tahun Hijriyah dimulai sejak awal kelahiran Nabi Muhammad, sebagaimana Isa Al Masih bin Maryam.

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau bertepatan tanggal 20 April 571 Masehi. Tahun Gajah sendiri adalah sebutan yang merujuk pada peristiwa penyerangan pasukan bergajah pimpinan Abrahah, Gubernur Ethiopia terhadap Kota Mekkah dan berusaha menghancurkan Kakbah. Dengan demikian, maka jarak kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS diperkirakan berjarak selama 571 tahun.

Namun pandangan yang lain menyarankan awal tanggal Islam dimulai dari hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah.

Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya momentum hijrah yang kemudian menjadi tonggak sejarah dalam dakwah ajaran Islam dan memulai peradaban baru di dunia.

Karenanya, dalam memaknai perayaan tahun baru Islam, bukan sekedar hura hura dengan kesenangan, tetapi lebih kepada memaknai dengan perenungan, mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi, serta memperbaiki kualitas diri dan masyarakatnya. Wallahu’alam…

 

FOTO RUANGOBROL/HARIS HADIRIN

Pawai untuk memperingati Perayaan Tahun Baru Islam 1441 H

Komentar

Tulis Komentar