Jokowi_Lantik_Boy_Rafli_Amar_sebagai_Kepala_BNPT_

Mengenal Boy Rafli Amar, Kepala BNPT Baru

By

Presiden Jokowi resmi melantik Irjen Pol. Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 6 Mei lalu. Boy menggantikan Komjen Pol. Suhardi Alius yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bareskrim Polri.

Boy adalah lulusan Akpol 1988. Ia kini berpangkat bintang tiga dan memiliki catatan karier di internal kepolisian yang mumpuni. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri (2018-2020). Ia juga sempat mencicipi ‘kerasnya’ Bumi Cendrawasih saat memimpin Polda Papua pada 2017-2018. Jabatan Kapolda juga pernah ia sandang di Banten (2014-2016).

Boy Rafli Amar dikenal publik lekat dengan dunia komunikasi sejak menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada 2009. Kasus kriminalitas yang banyak dan posisi ibu kota yang strategis membuatnya rutin tampil di media dengan pembawaan yang tampak tenang.

Kini Pak Boy berusia 55 tahun. Selain deretan karier di atas, ia pernah menjadi anggota Kontingen Garuda untuk misi di Bosnia dan Kamboja. Begitupun sejak 2002 telah mendapat penugasan ke luar negeri berkaitan dengan penganggulangan terorisme.

Beberapa tugas luar negeri terkait terorisme itu, adalah studi banding antiteror ke Australia, investigasi terorisme Densus 88 di Filipina, dan menjadi tim delegasi RI ASEAN-Europe Counter Terrorism Meeting di Spanyol.

Tak ketinggalan, Boy Rafli Amar pernah menjabat sebagai Kepala Unit Negoisasi Subdetasemen Penindak Densus 88 yang berperan di sisi jubir. Ia bertugas berbincang untuk menemukan titik temu dengan teroris yang berideologi radikal.

Kemampuan negoisasi tersebut didapat Boy dari jalur pendidikan sebagai doktor komunikasi di Universitas Padjajaran. Disertasinya berjudul ‘Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter’. Selamat bertugas, Pak Boy!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like