Membedah Isi Risalah Ayman Az-Zawahiri Kepada Pendukung Al Qaedah di Indonesia (1)

Arif Budi Setyawan
Arif Budi Setyawan
6 Min Read

Dalam artikel saya sebelum ini, ada salah satu fakta terkait Ayman Az Zawahiri bahwa dia pernah menulis sebuah risalah yang khusus ditujukan kepada pendukung Al Qaedah di Nusantara. Dalam terminologi Al Qaedah, wilayah Nusantara itu meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Sebagaimana dulu divisi media jihad global Al Qaedah, GIMF (Global Islamic Media Front) memberikan ruang bernama Shoutul Jihad Nusantara (Suara Jihad Nusantara) bagi rilisan dari kelompok jihad dari wilayah tersebut.

Risalah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Matahari Kemenangan Bersinar dari Nusantara” itu, berisi penjelasan dan harapan kepada para pendukung Al Qaedah di kawasan Nusantara. Risalah itu dikeluarkan pada Januari 2016 pada saat puncak kejayaan ISIS (IS) setelah mereka mendeklarasikan khilafah palsunya.

Saya yang saat itu berada di penjara, membacanya sebagai upaya Al Qaedah untuk menjaga loyalitas para pendukungnya di Nusantara di tengah gelombang dukungan yang semakin membesar kepada ISIS dari wilayah Nusantara. Padahal dahulu para jihadis Indonesia bisa mengenal dan mengetahui dinamika jihad global atas usaha-usaha yang dilakukan Al Qaedah melalui propaganda masif di forum-forum jihad internasional.

Dalam tulisan yang akan terdiri dari beberapa seri ini, saya ingin mencoba memberikan analisis mengenai dampak jangka panjang dari isi risalah DR Ayman tersebut. Analisis akan saya jelaskan setelah saya mengutipkan secara utuh poin-poin isi risalah yang khusus ditujukan kepada pendukung Al Qaidah di Nusantara.

BACA JUGA: 9 Fakta Pentolan Al-Qaeda Ayman Az Zawahiri yang Tewas di Tangan AS

Isi risalah ini penting untuk diketahui minimal sebagai pengetahuan bersama, dan sebagai bahan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi terkait gerakan sejenis yang akan muncul di masa depan. Jadi, sebelum analisis, izinkan saya untuk mengutipkan isi risalah tersebut.

Kutipan Isi Risalah “Matahari Kemenangan Bersinar dari Nusantara”

Pada seri kali ini saya akan berbicara tentang perbatasan Islam di daerah timur, yaitu Timur Asia: Indonesia, Filipina, Malaysia dan sekitarnya.

Saudaraku umat Islam di Timur Asia, jumlah kalian sangat banyak, bahkan kalian merupakan kaum muslimin terbanyak. Kalian adalah pintu gerbang negeri-negeri Islam di Timur. Maka kewajiban kalian amat besar dalam menjaga akidah Islam dan kehormatan kaum muslimin. Kalian sedang berperang melawan koalisi Salibis yang menyerang Islam dan kaum muslimin. Sebagaimana kalian berada dalam peperangan akidah dan politik melawan para sekularis, musuh-musuh agama, para penyembah berhala yang bernama nasionalisme. Perang kalian memiliki banyak dimensi dan banyak “senjata”.

Peperangan kalian adalah jihad dengan senjata untuk menyerang kepentingan Amerika dan barat yang tersebar di mana-mana. Maka intailah kepentingan Amerika dan sekutunya, agar mereka membayar kejahatan yang mereka lakukan. Inilah ijtihad Syaikh Usamah bin Ladin dan para saudaranya. Bertujuan untuk membebaskan umat Islam dari keburukan orang-orang yang memusuhi Islam. Dengan hancurnya Amerika maka dengan izin Allah para pengikutnya akan ikut hancur pula. Dengan demikian akan lebih mudah mengalahkan musuh yang lebih lemah dari Amerika. Inilah prioritas utama jihad bersenjata hari ini.

Wallahu a’lam.

Wajib bagi kalian berjihad untuk melawan agresi Salibis terhadap kaum muslimin di Filipina, dan juga membantu saudara-saudara kalian kaum muslimin dari kejahatan Salibis di kepulauan Maluku dan di tempat-tempat lain di seluruh penjuru Indonesia. Dan juga, wajib bagi kalian membantu dan mendukung saudara-saudara kalian di Selatan Thailand.

Wajib bagi kalian untuk berangkat jihad untuk membantu saudara-saudara kalian di berbagai medan jihad demi memberikan pukulan telak kepada Salibis yang mengagresi negeri-negeri kaum muslimin. Banyak saudara-saudara kalian yang telah mendahului kalian dalam hal itu. Banyak di antara mereka yang berangkat dan hijrah ke medan jihad, terutama ke Afganistan saat jihad melawan Rusia. Setelah itu, banyak juga di antara mereka yang hijrah ke Imarah Islamiyah Afganistan. Di Kandahar saya menyaksikan para tokoh kalian mengunjungi Syaikh Usamah bin Ladin, dan mereka berjanji untuk membawa agenda Syaikh Usamah dan berjalan sesuai arahan beliau.

Dalam rangka menyambut seruan Syaikh Usamah bin Ladin, banyak di antara pahlawan kalian yang melawan agresi Salibis terhadap kaum muslimin di Filipina. Begitu juga ada yang melakukan serangan pembalasan terhadap koalisi salibis di Bali dan Jakarta. Seruan Syaikh Usamah bin Ladin terus mengalir di antara para ulama kalian yang senantiasa menghasung umat untuk melawan permusuhan Salibis Yahudi terhadap umat Islam dan kaum muslimin.

Di samping perang jihad bersenjata, perang kalian juga perang dengan menggunakan “bayan” (penjelasan), dakwah dan “tau’iyah” (penyadaran) untuk memperingatkan umat Islam akan bahaya sistem sekuler yang membuang pemberlakuan hukum syariat dan mengikuti sistem demokrasi dan negara yang berdasarkan nasionalisme yang memecah belah kaum muslimin hingga lebih dari 50 bagian.

Saudaraku kaum muslimin di Nusantara. Hendaklah kalian berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan akidah tauhid kepada umat. Dan juga menjelaskan kepada umat bahwa Pancasila bertentangan dengan akidah Islam karena Pancasila memerintahkan untuk beriman kepada lima sila sebagai dasar negara. Ketuhanan yang Maha Esa, nasionalisme, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial.

Akidah tersebut dipaksakan kepada kalian oleh pemerintah yang memusuhi Islam dengan menggunakan kekuatan besi. Sudah saya jelaskan wahai saudaraku yang mulia, bahwa Pancasila adalah akidah yang bertentangan dengan akidah Islam. Teruslah kalian meniti jalan kalian yang diberkahi ini. Semoga Allah membantu kalian hingga kalian mempersembahkan bagi umat Islam di Nusantara akidah tauhid yang murni dan bersih sebagaimana akidah yang diturunkan kepada Rasulullah , yang mana akidah ini disebarkan oleh para sahabat Nabi . (bersambung)

Share this Article
Posted by Arif Budi Setyawan
Follow:
Observing and Inspiring
Leave a comment