Mantan Napiter di Wilayah Bogor Komitmen Jaga Kamtibmas

Munir Kartono
Munir Kartono
4 Min Read

Para mantan narapidana terorisme (napiter) yang tinggal di wilayah Bogor, Jawa Barat berkomitmen bersama aparat keamanan akan ikut andil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah tersebut. Mereka juga membuka diri bersinergi untuk kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Hal itu diungkapkan saat kegiatan bertajuk “Silaturahmi Kapolres Bogor dengan Mantan Napiter di Wilayah Hukum Polres Bogor”, Jumat (27/5/2022). Ada sekira 20 mantan napiter yang hadir. Kegiatan ini merupakan respons Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dari surat permohonan audiensi yang dilayangkan para mantan napiter di wilayah itu sebelumnya.

“Kegiatan ini sangat positif karena dapat mempererat tali silaturahmi dan membuktikan bahwa Polri terus berkomitmen untuk membina rekan-rekan eks napiter dan ke depan diharapkan ikatan ini makin harmonis dan kita semua bisa bersinergi tidak hanya dalam upaya menjaga kamtibmas di wilayah Bogor tapi kemajuan wilayah Kabupaten Bogor,” kata Kapolres.

Dalam kegiatan yang penuh keakraban ini, selain memberikan sambutan dan wejangan kepada para mantan napiter, Kapolres Bogor pun berkenan berdiskusi serta mendengar curahan hati mereka.

Mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Farel Riyan, misalnya, mantan napiter yang kini aktif di Yayasan HWI-19 selain mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajaran juga menyampaikan harapannya beserta rekan-rekan eks napiter yang kini aktif di yayasan yang sama,

“Semoga ke depan kerjasama antara HWI-19 dan Polres Bogor makin erat dan semoga ke depan juga kami dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Bogor,” ungkap Farel.

Mohammad Idris, mantan napiter yang lain dalam kesempatan ini juga menyampaikan keluh-kesahnya kepada Kapolres Bogor terkait pemberitaan kasus penculikan dan pencabulan anak yang terjadi di wilayah Bogor yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai mantan napiter.

“Pelaku tersebut memang telah memberikan klarifikasinya bahwa ia bukan seorang mantan napiter. Namun, pemberitaan yang masif di media nasional telah memberikan efek negatif kepada para mantan napiter terutama mereka yang telah kembali ke masyarakat dan telah NKRI,” tambah Idris.

Para mantan napiter di wilayah Bogor ketika beraudiensi dengan Kapolres Bogor dan jajaran, Jumat 27 Mei 2022. (Foto-Foto: Munir Kartono)

Sejalan dengan Idris, Munir Kartono yang juga mantan napiter asal Bogor juga menambahkan hal senada.

“Pengakuan oknum tersebut yang mengada-ada memang berefek buruk. Para mantan napiter yang sudah baik ini sedang bertarung untuk memperbaiki citra diri dan membuktikan diri bahwa dirinya sudah berbeda dari masa lalu atas stigma buruk yang mungkin ada di masyarakat, kini harus menerima pil pahit dengan pemberitaan tersebut. Saya meminta kepada oknum tersebut untuk membuat pernyataan klarifikasi dan meminta maaf atas kebohongan yang telah dilakukannya,” kata Munir.

Kapolres Bogor mendengar penyampaian dari mereka.

“Insya Allah ke depan ada banyak kegiatan yang akan dilakukan Polres Bogor dan kami akan melibatkan rekan-rekan semua. Ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi mempererat hubungan tapi juga perwujudan komitmen kami sebagaimana yang telah diamanahkan dalam RAN-PE (Peraturan Presiden Nomor 7/2021),” timpal Kapolres.

Terkait adanya dugaan pelaku penculikan dan pencabulan anak yang mengaku mantan napiter, Kapolres meminta untuk bersabar dan mempercayakan proses hukum yang sedang sedang berjalan di Polres Bogor.

“Insya Allah saya akan meminta oknum tersebut untuk mengklarifikasikan pernyataannya dulu dan meminta maaf kepada rekan-rekan semua,” tutup Kapolres.

Share this Article
Leave a comment