Madani Film Festival 2021 Ditutup dengan Film Rap Asal Maroko

By

Gelaran Madani Film Festival resmi ditutup pada Sabtu (4/12/2021). Film “Casablanca Beats”, menjadi film penutup Festival Film Madani tahun ini. Film asal Maroko yang bertemakan musik rap ini, merupakan film yang menjadi nominasi kompetisi utama Cannes Film Festival 2021.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid menyambut baik pelaksanaan Madani Film Festival (MFF) tahun 2021. Menurut Hilmar MFF bukanlah festival film biasa. Pasalnya MFF berani mengangkat tema yang tidak biasa. Seperti tema yang diangkat tahun ini yaitu, soal Sufi dan humor.

Menurut Hilmar di tengah Pandemi COVID-19, humor menjadi energy sekaligus semangat di tengah masyarakat.  Karena itu Hilmar berharap Festival film Madani akan terus berlangsung terus. Selain itu Dia berharap pihaknya bisa berkolaborasi dengan MFF di masa yang akan datang.

“Saya kira Madani Film Festival bukan festival film biasa. Terlihat dari tema yang diangkat tahun ini yaitu Light: Sufism and humor. Humor saat ini punya energy yang luar biasa. Mudah-mudahan kita bisa kerjasama di masa depan,” kata Hilman saat memberikan sambutan saat Penutupan Madani Film Festival di Jakarta Sabtu (4/11)

Sementara itu Direktur Festival Madani Film Festival Sugar Nadia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Madani Film Festival di tahun 2021 ini. Dia berharap pagelaran Madani Film Festival bisa terlaksana kembali di tahun depan.

“Ini hari terakhir. Semoga bisa terlaksana kembali. Kepada para Board terima kasih sudah support penyelenggaraan Madani film Festival,” kata Sugar di tempat yang

Sedangkan Inayah Wahid yang juga Board Madani Film Festival di akhir acara menampilkan monolog soal humor yang melekat di kehidupan sehari-seharinya. Termasuk soal Ayahnya, KH Abdurahman Wahid yang selalu menghadapi masalah dengan humor.

Di awal monolog dia menggugat perlakuan diskriminasi terhadap perempuan. Dalam monolog tersebut dia mengilustrasikan dengan batalnya dia bertemu dengan teman perempuan lantaran sudah malam.

“Itu tadi dari teman saya, dia tidak jadi ketemu ama gue karena tidak diijinkan keluar oleh orang tuanya. Karena sudah malam, sudah jam 22.00 Malam. Gak baik perempuan keluar malam-malam. Itu pengalaman teman gue dan mungkin banyak teman-teman perempuan lain. Tapi kenapa gue gak mengalaminnya,” gerutu Inayah

Sekadar diketahui Madani International Film Festival tahun 2021 berlangsung dari tanggal 27 November hingga 4 Desember 2021. Pembukaan Madani ditandai dengan pemutaran film Pesantren (2019) karya Shalahuddin Siregar.

Pada gelaran Madani tahun ini menayangkan 13 film dengan 7 tema diskusi yang berbeda menghadirkan narasumber Internasional Hassan Abdul Muthalib (Malaysia), Amir Masoud Soheili (Iran), dan Dag Yngvesson (Malaysia) beserta segenap nama-nama narasumber tanah air yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selain itu Madani Film Festival juga menggandeng sejumlah lembaga untuk memeriahkan festival film, di antaranya adalah East Cinema, Binus University, Jaringan GusDurian, dan Kineforum. Untuk menikmati film yang diputar, Kineforum telah menyiapkan ruang menonton secara daring melalui kineforum.eventive.org.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like