HUT Kemerdekaan RI, Napiter Ika Puspitasari Bebas dari Lapas Medan

By

Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi berkah tersendiri bagi narapidana terorisme bernama Ika Puspitasari. Ika, sapaan akrabnya, bebas penjara tepat di hari itu, Kamis 17 Agustus 2021.

Ika bebas dari penahanannya di Lapas Kelas IIA Perempuan Medan. Dia menjalani hukuman 4 tahun 8 bulan penjara. Surat lepasnya ditandatangani Kepala Lapas Kelas IIA Perempuan Medan Surya Duma Sihombing. Perempuan yang pernah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong itu ditahan sejak 20 Desember 2016.

Pantauan di lokasi, Ika tiba di rumahnya di Dusun Tegalsari RT01/RW06 Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Kamis petang sekira pukul 18.15 WIB. Ika terbang dari Medan sekira pukul 12.10 WIB, transit di Jakarta dan melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta, sebelum diantar menggunakan mobil ke Purworejo.

Ika pulang diantarkan tim yang dipimpin Kepala Unit Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri Satgaswil Jawa Tengah, termasuk aparat dari Polres Purworejo. Menggunakan dua mobil, iring-iringan masuk di kampung tempat tinggalnya.

Warga, terutama tetangga Ika tampak duduk-duduk menunggu kedatangannya. Mereka menunggu kepulangan Ika. Ketika Ika turun dari mobil, para tetangga itu menyambut hangat. Sapaan dan obrolan singkat spontan terjadi.

“Wah padahal aku mau lihat karnaval 18 Agustus, eh sekarang aku yang jadi karnaval (dilihat dan disambut),” kata Ika sambil tertawa senang merespons warga yang menyambutnya.

Kepala Desa Brenggong, Legiman, juga menyambutnya. Dia bersama aparat dari Densus, Polres Purworejo, Polsek Purworejo, termasuk petugas Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil setempat, juga personil Polda Jawa Tengah mampir di rumah Ika.

“Kami atas nama keluarga dan pemdes (pemerintah desa) dengan senang hati, rela hati, menerima kepulangan Mbak Ika Puspitasari,” kata Legiman.

Kades berharap agar Ika bisa membaur, menyesuaikan diri dengan masyarakat. Selain itu, Kades juga berharap kepada aparat keamanan yang hadir, khususnya dari Densus, agar tetap menjalin komunikasi dan koordinasi agar kondisi lingkungan setempat terus kondusif.

Sing uwis yo uwis, sing uwis ojo dibaleni. (yang sudah ya sudah, yang sudah jangan diulangi),” kata Kades berpesan kepada Ika.

Kanit Idensos Satgaswil Jawa Tengah juga berpesan kepada Kades, warga termasuk aparat setempat agar bersama-sama membantu proses reintegrasi sosial dari Ika Puspitasari ini.

“Ini kami kembalikan ke keluarga besar, ke depan ada rencana-rencana yang baik, membuka lembaran baru, yang dulu jangan diulangi lagi, seperti yang disampaikan (Ika) dulu (tersangkut terorisme) karena ilusi dan emosi,” kata Kanit Idensos Jawa Tengah.

Sementara itu, Ika Puspitasari menyebut masih memikirkan rencana-rencana yang akan dilakukan ke depan. Dia tampak bahagia dengan kebebasannya ini.

“Dulu sempat membuat heboh kampung he.he..he. Sekarang masih belum (sedang memikirkan apa yang akan dilakukan ke depan), pingin ikut bantu angon wedus (gembala kambing), tapi wedusnya enggak ada ha..ha..ha,” kata Ika sambil tertawa.

Obrolan-obrolan di rumah Ika berlanjut hingga menjelang pukul 20.00 WIB sebelum tim penjemput berpamitan pulang. Beberapa tetangga, termasuk saudaranya juga terlihat ikut duduk bersama di rumah Ika. Duduk di lantai yang dialasi karpet panjang warna hijau. Aneka minuman, buah dan jajanan disajikan tuan rumah untuk yang hadir. Obrolan dengan aparat Polres Purworejo, menyampaikan dalam waktu dekat akan mengupayakan vaksinasi Covid-19 untuk Ika.

“Ika sendiri yang minta agar divaksin,” kata dia.

Ika sendiri juga bercerita sempat berkomunikasi dengan suaminya. Suaminya berpesan agar terus sabar dan berzikir.

“Ada di Papua (suami), jadi guru ngaji,” lanjut Ika.

Ika sebelumnya ditangkap Densus di Purworejo pada 15 Desember 2016. Dia terbukti mengirimkan sejumlah uang yang digunakan kelompok JAD melakukan aksi teror di sejumlah tempat, termasuk rencana mengebom markas Syiah Ijabi (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) Bandung. Ika terpapar radikalisme dari media sosial, termasuk bertemu dengan Zainal Akbar, lelaki yang akhirnya jadi suaminya.

 

FOTO: RUANGOBROL.ID/EKA SETIAWAN

Ika Puspitasari (memakai kerudung dan bercadar) tiba di kampungya di Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis 17 Agustus 2021 petang.

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like