Greysia Polii

Greysia Polii Akhiri Perjalanan Olimpiade Setelah Raih Emas Bareng Apriani

By

Olimpiade Tokyo 2020 resmi berakhir. Indonesia berhasil membawa pulang 5 medali yaitu 1 emas dari ganda putri bulu tangkis, 1 perak dari angkat besi, 2 perunggu dari angkat besi dan 1 perunggu dari tunggal putra bulu tangkis. Emas satu-satunya Indonesia diraih oleh Greysia Polii dan Apriyani Rahayu pada 3 Agustus lalu.

Greysia menjadi peraih emas olimpiade tertua di umurnya yang ke 33 tahun 357 hari. Pasangan ini juga berhasil memecahkan rekor emas olimpiade bagi sektor ganda putri Indonesia yang tak pernah dicapai sebelumnya. Pencapaian ini tidaklah mudah ia lewati. Sebelumnya, ia dua kali ia gagal meraih medali di nomor yang sama.

Pada Olimpiade London 2012, Greysia dan seniornya Meiliana Jauhari dianggap mengalahkan diri dari pasangan Korea Jung Eun/Kim Min. Wasit memutuskan untuk memberikan kartu hitam dan mereka didiskualifikasi. Wasit menduga keduanya menghindari pertemuan dengan pasangan China yang menjadi nomor satu dunia saat itu.

Olimpiade Rio 2016 juga tidak berpihak pada perempuan yang biasa dipanggil Greys tersebut. Perempuan kelahiran 11 Agustus 1987 itu dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Mereka kalah dari pasangan China dua set langsung di perempat final. Pasca olimpiade, Nitya cedera serius dan ia terancam kehilangan pasangannya.

Greys mengaku bahwa saat itu ia nyaris ingin pensiun dini. Apalagi ia sempat meraih posisi nomor dua dunia selama perjalanan bersama Nitya.

Pelatnas pun mengambil inisiatif dengan memasangkan dengan Apriani Rahayu, sosok muda dari Sulawesi Tenggara. Perbedaan umur 11 tahun membuat Apriani menularkan semangatnya kepada Greys. Dalam sebuah wawancara, Apriani jelas mengatakan “Temani Apri dulu jadi juara”.

Janji itu ditepati oleh Greysia Polii. Pada 8 Agustus kemarin, Greysia menuliskan di caption instagramnya, “THANK YOU AND GOODBYE to my last @olimpics at @tokyo2020 I love you” . Ini menunjukkan bahwa Greys tidak akan tampil kembali di Olimpiade Paris 2024 mendatang.

Meraih 3 Rekor di Akhir Perjalanan

Seperti disebutkan sebelumnya, Greysia Polii merupakan pebulu tangkis peraih emas tertua dalam sejarah olimpiade. Meski begitu, umur nampaknya tak menghalangi Greys meraih pencapaian terbesar dalam hidupnya. Apapun yang tidak bisa kita raih hari ini, mungkin kita akan bisa mendapatkannya nanti selama kita terus mencoba.

Kesuksesan ini juga menjadikan mereka ganda putri Indonesia pertama yang berhasil meraih emas. Padahal mereka berhasil dikalahkan oleh pasangan China ketika Asian Games lalu. Ini memberikan pembelajaran penting bahwa ketika kalah hari ini di jalur yang sama, bisa jadi kita akan menang suatu hari. Hal yang perlu dilakukan adalah belajar dari kekalahan.

Kemudian, keduanya juga bukanlah nomor yang diunggulkan dalam olimpiade Tokyo 2020. Justru unggulan-unggulan ini tumbang di enambelas besar. Greysia/Apriani mernjadi ganda putri non unggulan pertama yang berhasil meraih medali emas bulu tangkis di Olimpiade. Pencapaian ini memperlihatkan kepada kita bahwa meski bukan diunggulkan, usaha dan semangat yang baik tak akan mengkhianati.

Ganda putri ini tak tanggung-tanggung, keduanya mendapat 3 rekor sekaligus. Greysia memperlihatkan bahwa ia jatuh berkali-kali, mengakhiri perjalanan dengan indah merupakan salah satu tujuannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like