You Are My Spring : Drakor Baru tentang Psikiater

By

Akhir-akhir ini drama korea banyak yang membahas mengenai kasus pembunuhan. Salah satunya adalah You are My Spring yang tayang pada senin dan selasa setiap minggunya.

Drama ini disutradarai oleh Jung Ji-hyun. Kisahnya mengenai pertemuan Kang Da Jeong (Seo Hyun-jin), seorang pegawai hotel dan Ju Yeong Do (Kim Dong-wook) yang merupakan seorang Psikiater.

Da Jeong tinggal di lantai 4 dimana Yeong Do membuka praktek di gedung yang sama di lantai 3. Awalnya Da Jeong tak menyukai dokter tersebut karena dianggap melakukan analisa dini terhadap kepribadiannya. Namun ternyata apa yang dianalisa Yeong Do memang benar adanya.

Da Jeong mengalami trauma masa kecil dimana ibunya selalu bercerita buruk tentang kisah buku dongeng. Bahkan seringkali tak sesuai dengan isi buku cerita yang ia bawa dari gereja. Hanya satu buku yang berakhir baik tentang kucing hitam yang memberiman Da Jeong harapan akhir yang bahagia. Bahkan cerita-ceritanya itu ia katakan kembali kepada adiknya dengan lebih dramatis.

Ibu Da Jeong yang lulusan sastra cukup depresi berada di rumah dan perlakuan ayahnya. Hingga suatu malam, Da Jeong, adik dan ibunya pergi jauh dari kampungnya. Ia hanya diam sambil melihat tangan ibunya berlumuran darah.

Mengingat hal tersebut, jadi luka tersendiri bagi Da Jeong. Ia nyaris selalu tertipu oleh pria. Suatu hari, Yeong Do melarang Da Jeong berkencan, namun perempuan itu tak mengidahkannya. Sampai akhirnya, sang pria diduga bunuh diri setelah melakukan sejumlah pembunuhan.

Da Jeong shock dan berniat segera menemui ibunya untuk healing. Dengan sukarela, Yeong Do menemaninya. Kedekatan mereka pun dimulai meski mantan istri Yeong Do tak menyetujuinya.

Menyorot Psikologi

Ini memang bukan drama korea pertama yang berfokus pada masalah psikologi. Sebelumnya, drama It’s okay not to be okay telah membahas secara gamblang tentang masalah-masalah psikologi di Korea.

Drama You are My Spring membahas melalui kasus-kasus yang datang ke Psikiater Yeong Do. Perlahan, drakor ini juga menjelaskan krisis psikologi yang dialami oleh Do Jeong sejak kecil hingga dewasa.

Gangguan psikologi masih menjadi PR di masyarakat Korea. Kemajuan negara gingseng ini berdampak pada perkembangan mental masyarakatnya yang tidak stabil. Tekanan tersebut menyerang anak-anak hingga dewasa bahkam public figure.

Kita harus memahami bahwa kemajuan sering kali tidak beriringan dengan tingkat kebahagiaan warganya. Di Indonesia sendiri, banyak kasus terorisme yang hadir karena ketidakadilan di masyarakat urban di tengah kemajuan negara. Oleh karena itu, pengembangan SDM juga harus didukung oleh dukungan kesehatan mental.

Begitu pula di masa pandemi seperti ini, kesehatan mental dan gangguan psikologi harus menjadi fokus lain selain pengendalian pandemi. Hal itu bisa dimulai sejak dini dengan peduli sekitar kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like