MIT Rilis Ajakan Teror Saat Pemerintah Urus KKB Papua

By

Semenjak peristiwa pembantaian warga di Sigi, Sulawesi Tengah di akhir 2020 lalu, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora kembali berulah. Pada Maret 2021, Pemerintah yang menambah kekuatan pasukan di Gunung Biru kembali terlibat baku tembak dengan MIT.

Pasukan Satgas Operasi Madago Raya (sebelumnya bernama operasi Tinombala) itu sempat dikabarkan telah menembak Pimpinan MIT, Ali Kalora. Namun, seperti diberitakan oleh Sindo News, Senin (1/3), Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menyebut bahwa Ali Kalora berhasil meloloskan diri.

Lalu ulah yang lain adalah munculnya surat atau tulisan yang disebarkan simpatisan MIT di berbagai platform media. Tulisan berjudul “Risalah dari Bumi Jihad” yang diketahui rilis awal bulan Ramadhan tahun 2021. Padahal, ketika itu pemerintah sedang disibukkan dengan ancaman lain dari tanah Papua. Ada dugaan jika risalah tersebut sudah dipersiapkan jauh sebelum bulan puasa tiba, namun tidak ada konfirmasi pasti soal kapan surat tersebut dibuat dan siapa penulisnya. Hanya saja diketahui kalau pesan dari kelompok MIT ini mulai beredar secara daring sejak memasuki awal Ramadhan tiba.

Risalah itu dibuka dengan menukil ayat Al Qur’an surat Ali Imron, ayat 102. Yaitu, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim“. Kemudian dilanjutkan dengan menyeru kepada para simpatisannya dan seluruh Anshorud Daulah (anggota ISIS) agar memulai operasi amaliyah jihad di manapun saja berada. Targetnya adalah tempat-tempat maupun orang-orang yang selama ini menolak perjuangan Daulah Islamiyah.

Tertulis dalam risalah tersebut, “Wahai orang-orang yang jujur dengan keimaanannya kepada Allah dan bai’at mereka kepada Amirul Mu’minin, berjihadlah kalian ditempat-tempat kalian, menggentarkan, meneror, menjadikan kesedihan bagi orang-orang musyrik, kafir dan munafik,

Secara garis besar, narasi yang coba dibangun oleh kelompok ini adalah menjadikan siapapun yang dianggap berlawanan, sebagai musuh. Oleh karena itu, siapa saja bisa menjadi target operasi serangan teror. Tidak peduli apapun latar belakang agamanya. Sebagai orang awam, tentu ngeri-ngeri sedap membaca pesan ini. Pasalnya, MIT melegitimasi secara gebyah uyah (keseluruhan) bagi siapapun saja yang menolak Daulah (ISIS) sebagai musuh bersama.

Lalu bagaimana respon kalangan JAD perihal risalah dari MIT tersebut?

Umumnya, kelompok ini menyambut baik seruan tersebut. Melalui laman Facebook, para simpatisan ISIS yang diketahui masih aktif berselancar di dunia maya, meminta kepada umat Islam, terutama para Anshorud Daulah (sebutan bagi pendukung ISIS) agar selalu mendoakan Ali Kalora dan kelompoknya. Mereka menganggap perjuangan yang dilakukan oleh MIT, merupakan bagian dari syari’at jihad melawan pemerintah yang tiran.

Salah satu akun Facebook bernama “Wakwaes” memberikan tanggapan melalui kolom komentar dari postingan terkait risalah itu. “dawlatul Islam … baqiah baqiah baqiah, biiznillah…allahuakbar…doakanlah saudara kita, mereka adalah saudara kita, bukan yg sedarah, atau sepupu dri ortu, tapi karena 1 keyakinan sudah tertanam kuat di hati dan fikiran…doakanlah mereka,” tulisnya.

Sementara itu, akun lain menuliskan, “Insya Allah dalam dekat ini ada risalah lagi dari MIT… Kita tunggu aja.

Seperti diketahui, kelompok MIT pertama kali mulai dikenal sejak peristiwa penembakan tiga anggota kepolisian di depan Bank BCA Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2011 silam. Semenjak itu, kelompok yang berbasis di Gunung Biru, Poso ini terlibat aktif dalam berbagai aksi serangan teror hingga hari ini. Kelompok ini tidak saja menyasar aparat keamanan dari satuan TNI/Polri, tetapi juga masyarakat sipil. Salah satu aksi teror yang menyita perhatian publik adalah saat kelompok ini membantai 4 warga Sigi yang berprofesi sebagai petani akhir November 2020 lalu.

Semoga permasalahan ini bisa segera diselesaikan dan tidak perlu ada korban lagi dari aksi teror kelompok MIT.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like