Kapolda Jateng Benarkan Adanya Mantan Napiter Ditangkap Diduga Terlibat Peredaran Gelap Narkotika

By

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi membenarkan adanya seorang mantan narapidana terorisme (napiter) ditangkap di wilayah hukumnya diduga terlibat peredaran gelap narkotika.

Hal itu dikonfirmasi Luthfi via teks WhatsApp yang diterima ruangobrol.id, Jumat 19 Maret 2021 sekira pukul 22.22 WIB. Jenderal polisi bintang dua itu tak membantah ketika ditanyakan soal adanya mantan napiter berinisial ET yang ditangkap karena kedapatan membawa sabu.

Luthi juga memastikan ET akan diproses hukum lebih lanjut sesuai dengan regulasi terkait pemberantasan narkotika. Pengembangan penyidikan atas kasus penangkapan itu juga akan dilakukan.

“Lanjut dan kita kembangkan,” kata Luthfi via WhatsApp.

Diberitakan ruangobrol.id sebelumnya, ET alias EJ (46) warga Perumahan Gentan Raya Kelurahan Gentan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Boyolali pada Kamis 18 Maret 2021.

Penangkapan dilakukan sekira pukul 20.30 WIB di pinggir jalan Dk. Panasan Baru RT01/RW2 Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Saat digeledah, petugas menemukan sebuah paket serbuk kristal yang disembunyikan dalam bungkus rokok Menara Bold warna hitam. ET mengakui barang tersebut miliknya.

ET kemudian digelandang ke Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti pada penangkapan itu adalah sebuah paket serbuk kristal warna putih jenis sabu, sebuah ponsel Samsung Galaxy J5 beserta simcard dan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Vino warna kuning hitam pelat nomor AD 6837 YO.

Petugas juga melakukan tes urine kepada ET di bagian medis kepolisian setempat, hasilnya positif.

Penelusuran ruangobrol.id, ET ini terlibat kasus terorisme pasca Bom Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon pada April 2011. Dia ditangkap sekira sebulan setelah insiden di Cirebon tersebut.

ET terlibat memasok senjata api jenis pistol merek Baretta berikut pelurunya kepada kelompok Klaten, khususnya kepada Sigit Hermawan Wijayanto alias  Sigit Al Zarkowi alias Sigit Qurdowi yang belakangan tewas dalam baku tembak dengan aparat di Sukoharjo, Jawa Tengah.

 

FOTO: Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (Dok. Humas Polda Jateng)

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like