Cegah Terinfeksi Covid 19, Ratusan Narapidana Lapas Semarang dibebaskan

By

Sepanjang tahun 2020, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang telah membebaskan 577 narapidana untuk asimilasi di rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

Teranyar, pada Kamis 4 Februari 2021, sebanyak 25 narapidana setempat dibebaskan dalam rangka asimilasi di rumah.

Pembebasan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid 19.

Mereka yang dibebaskan ini telah memenuhi syarat untuk pelaksanaan asimilasi di rumah dan bukan narapidana yang melakukan pengulangan tindak pidana (residivis) serta bukan pidana lebih dari satu perkara melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Kalapas Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan, asimilasi tersebut menjadi langkah yang tepat agar tidak ada penularan Covid-19 di dalam lapas mengingat lapas sangat rentan terjadinya penularan Covid-19.

“Narapidana selama menjalani asimilasi dirumah harus selalu menjaga kesehatan, tidak keluyuran dan minum vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh,” ungkap Dadi via siaran pers yang diterima ruangobrol.id.

ÔÇťApalagi pemerintah telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat, jadi harus tetap mematuhi peraturan yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Ke depan, sebut Dadi, masih ada penambahan jumlah napi yang bebas asimilasi dirumah menunggu hasil putusan inkracht alias berkekuatan hukum tetap dari pengadilan dan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi.

Asimilasi ini diberikan kepada narapidana yang telah menjalani setengah dari masa pidana yang dua pertiga masa pidananya sampai dengan 30 Juni 2021.

Asimilasi tidak diberikan pada tindak pidana khusus seperti narkoba di atas 5 tahun, korupsi, teroris, pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, kesusilaan, kesusilaan terhadap anak, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia serta kejahatan transnasional terorganisir lainnya.

Pelaksanaan asimilasi ini diserahterimakan langsung kepada balai pemasyarakatan (bapas) dan penjamin keluarga untuk mendapatkan pengawasan dan pemantauan selama menjalani asimilasi di rumah.

 

FOTO: DOK. LAPAS KELAS I SEMARANG

Para narapidana Lapas Kelas I Semarang melakukan sujud syukur sebelum bebas penjara, Kamis 4 Februari 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like