Mantan Napiter di Pantura Barat Serahkan Bantuan Gerobak dari Idensos

By

Direktorat Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri memberikan bantuan sebuah gerobak kepada istri salah satu narapidana terorisme (napiter) di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 1 Februari 2021.

Bantuan itu diberikan untuk membantu keluarga itu mencari penghasilan. Mereka ingin berjualan martabak.

Adapun, bantuan itu diterima Karsiti istri dari napiter Wahyu Wahludi, warga Desa Kubangsari RT003/RW004 Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

Pada kegiatan itu selain dihadiri sejumlah aparatur Pemerintah Kabupaten Brebes juga dihadiri 4 mantan napiter di wilayah pantura Barat Jawa Tengah. Masing-masing; Wartoyo beserta istri, Gilang Nabaris beserta istri dan Kisworo beserta istri.

Wartoyo alias Abu Samil alias Abu Tio kepada ruangobrol.id bercerita akhir tahun lalu, bersama rekan-rekannya sesama mantan napiter beberapakali berkunjung ke rumah Wahyu Waludi, ditemui istri dan anak-anaknya.

Mereka ke sana secara sukarela, tergerak hatinya sebab melihat kondisi ekonomi keluarga Wahyu Waludi. Mereka kemudian berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan, termasuk Direktorat Idensos.  Direktur Idensos Kombes Pol M Shodiq merespons cepat dengan memberikan bantuan apa yang diperlukan.

“Kami belanjakan gerobak untuk diberikan kepada keluarga Wahyu Waludi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” kata Wartoyo.

Wahyu Wahludi sendiri akan bebas penjara pada Maret 2021. Informasi yang dihimpun, Wahyu sebelumnya ditangkap Densus 88 pada Agustus 2018. Rumahnya di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, juga ikut digeledah ketika itu.

“Ke depan Wahyu akan kami rangkul ke Yayasan Persadani wilayah barat, supaya ke depannya dapat membantu dalam kembali ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” lanjutnya.

Yayasan Persadani berdiri sejak Maret 2020 lalu, beranggotakan para mantan napiter khususnya di wilayah pantura Jawa Tengah. Ketuanya adalah Machmudi Hariono alias Yusuf, mantan napiter kasus Bom Sri Rejeki Semarang tahun 2003.

Wartoyo menambahkan, soal mantan napiter di wilayah pantura Barat Jawa Tengah itu yang kerap datang, seperti ke rumah mantan napiter lain yang baru bebas ataupun yang masih menjalani hukuman, dimaksudkan sebagai bentuk dukungan kebersamaan.

“Karena kami yakin mereka ini membutuhkan bantuan, minimal kedatangan kami ke mereka, ke keluarganya sebagai dukungan moral bahwa mereka tidak sendirian. Kami ingin bersama-sama melakukan hal yang bermanfaat,” jelasnya.

Pada kegiatan itu, Pemkab Brebes diwakili Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) juga menyerahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

“Supaya ke depannya dalam pendataan tidak memiliki kendala, semoga ini bisa bermanfaat di kemudian hari,” ungkap Kabid Kewaspadaan Bankesbangpol Brebes Sunoto Mardi Siswoyo yang hadir ketika itu.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like