This is Internetistan!

By

Alhamdulillah… akhirnya buku “Internetistan” bisa terbit di penghujung tahun 2020 setelah melewati berbagai kendala yang ada.

Buku ini saya tulis pasca kerusuhan di Mako Brimob Mei 2018 dan berharap akan menjadi sebuah karya yang akan menjadi bukti bahwa saya telah berubah menjadi sosok yang baru. Draft awal selesai pada akhir Juni 2018. Kemudian masuk proses editing dan revisi berkali-kali hingga didapat versi finalnya di awal tahun 2019.

Saya memerlukan buku ini sebelum membuka jatidiri saya sepenuhnya kepada semua pihak yang selama ini belum mengetahui bahwa saya adalah mantan narapidana kasus terorisme. Bagi saya status mantan napiter yang diekspose tanpa sebuah karya itu hanya akan seperti ‘memohon perhatian’ dari masyarakat. Padahal saya ingin lebih dari itu. Saya ingin menebus kesalahan di masa lalu dengan berkarya untuk umat.

Meskipun selama 2,5 tahun terakhir saya telah menjadi penulis aktif di ruangobrol.id, credible voice dan peneliti di Kreasi Prasasti Perdamaian, tetapi masih jauh lebih banyak orang yang belum mengetahui bahwa saya adalah mantan napiter dan apa pekerjaan saya. Saya berharap buku ini bisa menjawab semua itu.

Kepada teman-teman yang selama ini belum mengetahui bahwa saya pernah menjadi napiter, ijinkan saya untuk meminta maaf atas ‘penyembunyian fakta’ ini. Itu semua saya lakukan karena saya belum punya bukti yang bisa menjelaskan semuanya.

Tapi hari ini, dengan terbitnya buku “Internetistan”, semua itu bisa saya tunjukkan kepada Anda semua. Saya telah kembali sepenuhnya ke tengah umat dengan sebuah karya yang menjelaskan. Tidak hanya menjelaskan refleksi kisah masa lalu, tetapi juga menjelaskan tentang tantangan umat Islam dan bangsa Indonesia dalam penyebaran faham radikal-ekstrim di era digital.

Buku ini juga memiliki banyak makna bagi setiap pihak yang terlibat dalam proses dari awal hingga terbitnya.

Bagi PT. Kreasi Prasasti Perdamaian ini adalah buku pertama yang diterbitkan. Bagi Pak Noor Huda Ismail,Ph.D, ini adalah buku pertama yang ditulis oleh mantan napiter yang ia dampingi selama ini. Dari puluhan mantan napiter yang ia dampingi sejak 2008, saya adalah yang pertama mau dan mampu menuliskan sebuah buku. Lalu bagi editornya, Mas Eka Setiawan, ini juga merupakan buku pertama yang ia edit dan berhasil diterbitkan.

Buku ini berisi kisah bagaimana perjalanan saya di dalam kelompok ‘jihadis radikal’ sejak bagaimana awal saya mulai tertarik hingga memutuskan untuk berhenti dan keluar lalu menemukan banyak pelajaran setelah melakukan refleksi.

Refleksi terbesar di buku ini adalah soal penggunaan internet dalam gerakan jihad global. Judul Internetistan dipilih menjadi kosakata baru yang memiliki makna : bahwa dulu orang berjihad harus ke Afghanistan dan medan jihad sejenis, namun sekarang cukup melalui internet orang sudah bisa terlibat dalam jihad global.

Inilah secuil karya saya yang pertama. In sya Allah setelah ini akan disusul dengan karya-karya selanjutnya.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, dan terutama agar bisa menginspirasi teman-teman mantan napiter lainnya untuk terus berkarya lebih baik lagi. Aamiin.

My Home Sweet Home, 4 Januari 2021

Hamba Allah selalu berusaha bersyukur,

(Arif Budi Setyawan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like