WNI Eks ISIS

WNI Eks ISIS Segera Pulang Setelah Pemerintah Datangi Pengungsian Suriah?

By

Wacana pemulangan WNI eks ISIS (Islamic State of Irak and Syria) terhenti karena pandemi COVID-19. Keputusan terakhir yang dikeluarkan pemerintah adalah tidak ada pemulangan namun anak-anak yatim di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan untuk dipulangkan.

Keputusan ini belum ada perubahan hingga pada November lalu, Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) mengambil alih urusan repatriasi ini. Namun, Kemenkopolhukam telah membangun rencana assesment terkait WNI Eks ISIS. BNPT, Kementerian Luar Negeri, Polri dan Kementerian Sosial rencananya terlibat dalam hal ini.

Beberapa waktu lalu, pengungsi Suriah meninformasikan kepada ruangobrol.id bahwa beberapa orang mengunjungi mereka di pengungsian dan mengaku dari pemerintah Indonesia. Tim ini menanyakan beberapa hal seperti kapan dan bagaimana mereka sampai ke Suriah. Selain itu, mereka juga bertanya tentang rencana para WNI ini jika dipulangkan ke Indonesia.

Namun nampaknya pendataan hanya ada di Camp Al Roj. Sedangkan WNI di Camp Al Hol yang bisa dihubungi oleh ruangobrol.id mengaku tidak ada pendataan apapun atau menerima orang Indonesia disana. Baik pengungsi Indonesia di Idlib dan Camp baru dekat Al Roj juga tidak mendapatkan assesment. Belum ada informasi mengapa pendataan hanya dilakukan di Al Roj atau kapan akan dilakukan assesment selanjutnya di 3 camp lain. Dikutip dari republika, pemerintah Turki sendiri telah mengumumkan pembebasan warga Suriah dari al-Hol pada Oktober lalu.

Ruangobrol.id telah menghubungi pihak BNPT, namun tidak ada tanggapan apapun terkait hal ini. Begitupun dengan pihak Kemenkopolhukam. Pihak Kemensos juga mengatakan belum mengetahui tentang rencana ini.

 

Ali Imron : Mereka Tak Perlu Pulang Jika Tak Ingin Pulang

Dalam sebuah perbincangan singkat, mantan pelaku Bom Bali I, Ali Imron mengatakan bahwa pemerintah akan lebih baik memulangkan yang kooperatif dan sadar akan kesalahannya. Hal ini berkaitan dengan memberikan kesempatan kedua untuk mereka yang mau memperbaiki diri.

Adapun yang tidak ingin pulang, tidaklah perlu dipulangkan. “Ya berarti senang disana, ya gak usah diambil atau dipulangkan”, ujar adik dari Amrozi dan Muklas tersebut.

Ali Imron menuturkan bahwa daripada ancaman mengenai Indonesia, lebih baik mereka yang tidak ingin pulang tetap di Suriah. Hal ini karena seandainya berencana aksi di luar negeri akan lebih terbatas dibandingkan di Indonesia.

Pada 9 Desember lalu, Uzbekistan telah memulangkan 98 mantan anggota ISIS ke negaranya. Mereka terdiri dari 25 wanita dan 73 anak itu sebelumnya tinggal di kamp al-Hol dan Roj. Pada 2019 lalu, negara Asia Tengah tersebut juga telah memulangkan 220 orang dari Suriah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like