Satgas Tinombala Kejar MIT Pimpinan Ali Kalora

By

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Ham (Menkopolhukam), Mahfud MD mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terhadap empat orang di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah. Kelompok MIT saat ini dipimpin oleh Ali Kalora dimana sebelumnya adalah Santoso alias Abu Wardah yang tewas pada tahun 2015 lalu.

Menurut Mahfud, pemerintah akan menindak tegas dan memburu pelaku melalui Operasi Tinombala yang sudah lama memburu MIT. Selain itu, mantan ketua MK tersebut menyampaikan duka citanya terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Pemerintah akan memburu pelaku melalui Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap suatu keluarga yang menyebabkan terbunuhnya empat orang di Sigi. Tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” kata Mahfud dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (29/11/2020).

Lebih lanjut Mahfud menyampaikan, pemerintah telah melakukan langkah-langkah, melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku. Adapun pelaku pembantaian tersebut, Mahfud membenarkan adalah kelompok MIT.

“Tadi Tim Tinombala sudah menyampaikan tahap-tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi dan pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku. Memang pelakunya adalah MIT yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi, dan operasi Tinombala atau Satgas Tinombala sedang mengejarnya sekarang,” tambah Mantan Ketua MK tersebut.

Atas peristiwa berdasar tersebut, pria yang juga pernah menjabat Menteri Pertahanan itu berharap para pimpinan umat beragama khususnya di Sulawesi Tengah, tetap menjalin silaturahmi agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu SARA. Mahfud juga menegaskan, sejatinya agama apapun hadir untuk membangun perdamaian.

“Kepada seluruh pimpinan umat beragama di Sulawesi Tengah terutama, terus melakukan silaturahim, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu sara. Karena sebenarnya yang terjadi itu bukan di sebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tidak rutin menjadi tempat pelayanan umat. Tetapi pelakunya memang MIT,” pungkas Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu.

Hal senada disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi. Dia mengecam terjadinya kekerasan yang terjadi di Sigi tersebut. Pasalnya menurut Fachrul tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun.

“Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang menjadi korban. Saya juga mengecam kejadian itu. Anarkisme dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan,” kata Fachrul

Orang nomor satu di Kemenag tersebut berharap dan percaya polisi akan segera mengungkap modus dan pelaku kejahatan ini. Dia juga yakin Polisi bisa menangkap dan menindak tegas para pelakunya.

Lebih lanjut Fachrul juga menjelaskan bahwa dirinya sudah meminta jajarannya di Kemenag Sulteng untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak kepolisian setempat untuk menyelesaikan persoalan ini. Kanwil Kemenag Sulteng juga diminta ikut menenangkan warga agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like