Generasi Milenial Rentan Terpapar Paham Radikal

By

Anarkisme dan radikalisme terus berkembang tak terkecuali menyasar milenial. Generasi ini rentan terdoktrin paham kontraproduktif ini jika tidak cepat dilakukan pencegahan sejak dini.

Hal itu dikatakan Direktur Amir Mahmud Center Surakarta, Amir Mahmud, pada kegiatan “Penguatan Pendidikan Karakter dalam Rangka Menangkal Anarkisme dan Radikalisme di Era Milienial pada Lingkungan Sekolah”. Kegiatan yang dibuat oleh Mabes Polri ini berlangsung di Taman Wiladatika, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (30/11/2020).

Kegiatan itu sendiri diikuti 50 pelajar SMA, se-Jabodetabek. Kegiatan berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Ada aktor intelektual terorisme di Indonesia memanfaatkan generasi milenial baik pelajar hingga mahasiswa tujuannya untuk menjatuhkan pemerintahan,” ungkap Amir Mahmud sebagaimana rilis yang diterima ruangobrol.id, Senin siang.

Menurut Amir, fenomena ini bisa dicegah dengan peran aktif semua instansi pemerintahan, baik aparat keamanan maupun pemerintah daerah, bergandeng tangan bersama masyarakat. Salah satunya, memberikan pemahaman ideologi Pancasila untuk generasi milenial.

“Ini sebagai langkah awal untuk mencegahnya,” lanjutnya.

Hasil monitorng yang dilakukan, penyebaran gerakan anarkis, radikalisme dan terorisme menyasar pelajar generasi milenial dilakukan melalui aksi demonstrasi yang sengaja digerakkan untuk menjatuhkan pemerintahan.

Radikalisme generasi milienal sudah masuk dalam ranah gerakan perlawanan terhadap pemerintah.

“Kondisi ini merusak moral kebangsaan. Wawasan kebangsaan sesuai ideologi Pancasila perlu diberikan untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada,” tambah Amir Mahmud.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like