Ribuan Pendemo UU Cipta Kerja ditangkap, 145 di antaranya Reaktif Covid-19

By

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) total menangkap 5.918 orang dari seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) saat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, Kamis 8 Oktober 2020. Mereka ditangkap sebab diduga membuat kericuhan saat unjuk rasa pada saat pandemi Covid-19 itu.

Markas Besar Polri sendiri menyebut dari ribuan pendemo yang diamankan itu, 145 orang di antaranya reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid tes.

“Dari ribuan yang ditangkap, sebanyak 240 orang diproses pidana, 153 orang masih dalam proses pemeriksaan dan 87 orang sudah ditahan,” ungkap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono pada keterangan pers yang diterima ruangobrol.id Sabtu 10 Oktober 2020 siang.

Mabes Polri, sebut Argo, pada konteks adanya seratusan pendemo yang reaktif Covid-19, mengimbau agar elemen masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja agar menempuh jalur hukum melalui gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Daripada melakukan aksi turun ke jalan yang berisiko tertular Covid-19,” lanjutnya.

Terkait proses pidana yang diambil kepolisian, Argo menekankan itu sebagai upaya Polri untuk menjaga wibawa negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran,” tegas jenderal bintang dua polisi ini.

 

FOTO DOK MABES POLRI

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like