Polda Jateng Tangkap 97 Orang diduga Pendemo Anarkis UU Cipta Kerja, 4 ditetapkan Tersangka

By

Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan di sejumlah tempat di Jawa Tengah beberapa hari lalu menyisakan sejumlah kerusakan fasilitas umum. Kendaraan dinas pemerintahan, dinas kepolisian hingga pos polisi dirusak demonstran, termasuk pula jatuh korban luka.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah kemudian mengambil tindakan tegas. Hingga hari ini, sebanyak 97 orang pendemo yang diduga provokator kerusuhan ditangkap, 4 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Pasal berlapis dijeratkan, hukuman maksimalnya hingga 12 tahun penjara.

“Seperti pada Rabu 7 Oktober 2020 di Kota Semarang, Gerbang Gedung DPRD Provinsi Jateng dirusak massa demo, di Sukoharjo truk Satpol PP dan pos polisi dibakar massa, di Pekalongan mobil dinas Kominfo dan mobil dinas Polres Pekalongan dirusak,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutrisna, Jumat 9 Oktober 2020.

Terdata pula sejumlah kerusakan lain. Pihak Polda Jateng, sebut Iskandar, bertindak tegas kepada para pelakunya.

“Sebab ini merupakan tindakan kriminal,” lanjutnya.

Terkait penetapan tersangka, sebut Iskandar, dilakukan oleh Polrestabes Semarang. Ini setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Masing-masing; IAN, MAM, IRF, NAA.

Mereka dijerat pasal berlapis, mulai Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan ancaman hukumannya 7 tahun hingga maksimal 12 tahun, Pasal 212 KUHP tentang melawan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan kepada seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas, ancaman hukumannya maksimal 1 tahun 4 bulan; kemudian diterapkan pula Pasal 216 KUHP terkait dengan sengaja tidak menurut perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, ancaman hukumannya 4 bulan 2 minggu penjara.

Rincian lainnya, di wilayah Kartosuro Sukoharjo diamankan pula 5 orang pelajar, saat ini sudah dikembalikan ke orangtuanya masing-masing untuk pembinaan. Untuk korban luka, baik dari polisi maupun pendemo masing-masing ada 11 orang.

Sementara itu, pada Jumat siang tadi sekira pukul 14.00 WIB Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi juga memantau langsung aksi unjuk rasa serupa di Magelang. Tepatnya di sekitaran depan Grand Artoz Magelang. Luthfi menyebut situasi terkendali.

“Tidak ada masyarakat yang boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum, sudah kami bubarkan dengan Protap Kapolri mulai dari Tim Dalmas Sabhara sampai Pasukan Anti Huru Hara Brimob karena ekskalasi meningkat anarkis,” tegas Kapolda Jateng.

 

FOTO RUANGOBROL.ID/EKA SETIAWAN

Unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Provinsi Jateng di Jl. Pahlawan Kota Semarang, Rabu 7 Oktober 2020

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like