marah-gampang-marah-saat-pandemi-ruangobrol

Pandemi Bikin Orang Gampang Marah?

By

Pandemi memang entah kapan berakhirnya. Beberapa hari terakhir bahkan ditemukan virusnya sudah bertransformasi menjadi 10x lebih cepat menular. Bukan semakin kendor, kita justru dituntut semakin waspada dan memperketat protokol kesehatan.

Internet menjadi salah satu pelampiasan (nyaris) satu-satunya selama pandemi ini. Parahnya, netizen makin sering ngomel dan hujat selama pandemi. Pak Jokowi aja berkali-kali marah sama jajarannya selama pandemi ini. Termasuk di akun media sosial ruangobrol.id. Hehehe.

Nah kenapa sih hal itu terjadi? Berikut alasan orang mudah marah selama pandemi

  • Khawatir

Banyak orang termasuk kita mungkin semakin watir dengan apa yang terjadi. Apalagi kurva kasus COVID-19 tidak pernah nampak tanda-tanda akan turun. Belakangan juga ICU di DKI Jakarta telah penuh di 55 RS Daerah karena pasien positif.

Pandemi yang awalnya dibilang dua minggu, lanjut dua bulan hingga sampai masuk bulan ke enam gak selesai-selesai memberikan kekhawatiran. Khawatir ini dirasakan dari orang miskin hingga orang kaya. Khawatir tidak jadi kawin karena pandemi, khawatir terinfeksi, khawatir tidak bisa normal lagi, khawatir pendapatan semakin menyusut dan lain sebagainya.

  • Bosan

Orang bosan emang akan mudah marah. Hal ini karena otak mereka akan melihat hal yang sama, merasakan hal yang sama dan kurangnya dinamika. Oleh karena itu, kemarahan akan memancing dinamika tersebut.

Makanya sekarang banyak orang yang akhirnya nekat wisata ke tempat ramai karena saking bosannya ada di rumah berbulan-bulan. Mereka lupa akan pandemi. Ini cukup berbahaya lho gaes, padahal banyak pilihan lain mengusir rasa bosanmu. Jangan sampai karena bosan justru kita membahayakan diri kita dan membahayakan orang lain.

  • Kurang Tidur

Pandemi terutama WFH diakui oleh banyak orang membuat mereka susah tidur. Apalagi mereka yang berada di Ibukota, jadwal tidur jadi lebih berantakan. Hal ini karena mereka terbiasa memporsir badan dan membiarkan badan cape untuk bisa tidur lelap. Akhirnya, aktifitas yang berkurang selama pandemi membuat badan mereka tidak cape.

Kurang tidur emang terbukti membawa kecemasan dan bikin orang mudah marah. Ini karena imun dan hormon kita tidak seimbang. Tentu berbahaya buat kesehatan kita di masa wabah COVID-19 selain berbahaya bagi kesehatan jiwa yang mudah marah.

Pandemi ini memang entah kapan berakhirnya, tapi marah tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Jika kita sudah tahu penyebab kita mudah marah, coba kita refleksikan apa ya yang bisa kita lakukan untuk itu dan cocok untuk kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like