Peninjauan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Saat Kebaktian Gereja 

By

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kembali melakukan peninjauan terhadap gereja yang telah melaksanakan ibadah secara tatap muka.

Peninjauan minggu ini dilakukan saat pelaksaan ibadah di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Kelapa Gading, Jakarta, Minggu 30 Agustus 2020G.

GRII memang telah memulai kegiatan ibadah tatap muka beberapa kali. Hal tersebut setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.

“Syarat pelaksanaan kembali ibadah yakni menjalankan protokol kesehatan, serta mengeluarkan panduan dalam ibadah tatap muka,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati via siaran pers yang diterima ruangobrol.id, Senin malam.

Pengelola GRII mengantisipasi jumlah jemaat yang hadir dengan cara mendata secara online terlebih dahulu. Jemaat yang akan melakukan ibadah tatap muka dibatasi dengan ketersediaan kursi yang sudah diatur jarak aman.

Di samping itu, pengelola gereja menyediakan hand sanitizer di pintu-pintu masuk dan menyediakan masker bagi yang tidak membawa. Penggunaan masker wajib digunakan selama ibadah berlangsung, termasuk  saat bernyanyi menaikkan pujian. Jemaat juga diimbau untuk menggunakan face shield untuk mengoptimalkan pencegahan penularan virus SARS-CoV-2.

Pantauan saat ibadah berlangsung, pengaturan jarak sangat terlihat dengan baik. Di sisi lain kondisi bangunan gereja cukup luas. Meskipun desain bangunan dalam ruangan tertutup, jendela-jendela di dinding gereja dibuka untuk kelancaran sirkulasi udara saat ibadah berlangsung.

Upaya pencegahan lain, pihak gereja telah melakukan penyemprotan desinfektan sebelum dan setelah pelaksanaan ibadah. Pelaksanaan ibadah tatap muka di GRII Kelapa Gading dilakukan dua kali. Jadi, dilakukan penyemprotan sebanyak tiga kali, yaitu pada saat sebelum kebaktian umum pertama, lalu pada saat jeda antara kebaktian umum pertama dan kedua, serta setelah kebaktian umum berikutnya.

Penggunaan kursi juga berbeda. Setelah selesai kebaktian umum pertama, kursi segera diganti oleh pengelola gereja.

Pada saat ibadah, sosialisasi mengenai pencegahan COVID-19 juga diserukan oleh pendeta yang memimpin ibadah. Penyampaian sosialisasi dan edukasi melalui gereja cukup efektif dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

“Pelaksanaan ibadah tatap muka di GRII, baik di GRII Kelapa Gading maupun di GRII BSD sudah sesuai dengan protokol kesehatan pada tempat ibadah,” lanjut Raditya Jati.

Pemantauan pada hari Minggu yang dilakukan oleh perwakilan BNPB dan GAMKI diterima dengan baik oleh Pendeta Jethro Rachmadi dan penatua serta diaken GRII. Kegiatan serupa juga telah dilakukan BNPB untuk peninjauan pelaksanaan ibadah minggu di GRII BSD.

 

FOTO DOK. BNPB

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like