Terpidana Terorisme Seumur Hidup Subur Sugiarto Meninggal Dunia

By
Terpidana seumur hidup kasus terorisme Subur Sugiarto alias Abu Mujahid, 47, meninggal di RSUD Cilacap, Selasa (21/7/2020) malam sekira pukul 20.20 WIB. Subur meninggal karena sakit, setelah sebelumnya dilarikan dari Lapas Permisan Nusakambangan Minggu (19/7/2020).
Jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Gunung Jati Gg. Jati Asri IV nomor 41 RT008/RW001, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, tiba Rabu (22/7/2020) dini hari.
“Kakak saya memang sering sakit, punya sakit gula, kalau dari puasa (bulan Ramadan) kemarin ini sudah 3 kali dirawat di rumah sakit (RSUD Cilacap),” ungkap Mohammad Sobri saat ditemui di rumah duka Rabu dini hari sekira pukul 01.30 WIB.
Sobri, bercerita kakaknya mulai ditahan sejak tahun 2006 silam. Sempat ditahan di Lapas Semarang alias Lapas Kedungpane, kemudian dipindah ke Lapas Batu, Lapas Kembang Kuning dan Lapas Permisan Nusakambangan.
“Sempat geser (dipindah) sebentar ke Lapas Besi waktu trio (Trio Bom Bali I- Amrozi Cs) dieksekusi. Lama di Kembang Kuning,” lanjutnya.
Sobri ikhlas dengan kepergian kakaknya ini, termasuk ke depan akan berusaha maksimal untuk ikut membesarkan dan pendidikan anak-anak kakaknya itu. Almarhum Subur meninggalkan seorang istri dan 4 anak.
Pantauan di rumah duka, pihak Idensos Mabes Polri memberikan santunan diwakili Kanit Idensos Jawa Tengah. Santunan itu diterima Sobri di rumah duka.
Informasi dari pihak pemasyarakatan Permisan menyebutkan Subur Sugiyarto teregistrasi nomor SH.01/2011. Pada Juni lalu Subur sempat rawat inap di RSUD Cilacap selama 1 minggu.
Sementara itu, jenazah kemudian dikebumikan sekira pukul 11.00 WIB di tempat pemakaman umum (TPU) Plumbon Kidul tak jauh dari rumah duka.
Sekira 200 orang pelayat berjalan kaki mengantarkan termasuk Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Machmudi Hariono alias Yusuf bersama pengurus. Tampak pula mantan petinggi Jamaah Islamiyah Imron Bayhaqi alias Abu Tholut hadir pada pemakaman tersebut.
Subur ditangkap di perbatasan Sukoharjo – Boyolali tahun 2006 silam, dikaitkan dengan pentolan terorisme Noordin M Top.
FOTO EKA SETIAWAN
Pelayat di rumah duka Subur Sugiarto

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like