ventilator-ruangobrol

Ventilator Buatan UI Lulus Uji Klinis, Siap Produksi Massal

By

Keberadaan Ventilator bagi penanganan pasien yang positif Covid 19 mempunyai peranan yang sangat penting. Namun harganya yang sangat mahal karena harus diimpor dari luar negeri membuat alat tersebut sangat terbatas di Rumah Sakit. Sehingga hanya pasien yang benar-benar sangat membutuhkan bisa menggunakannya.

Karena itu Universitas Indonesia menciptakan ventilator dengan biaya sangat murah yaitu dengan harga sekira Rp25 juta per unit. Bandingkan jika harus mendatangkan alat serupa dari luar negeri harganya bisa ratusan juta. Ketersedian barangnya pun juga terbatas.

Berkat kerjasama antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik UI yang tergabung dalam Tim Ventilator UI akhirnya alat penting tersebut berhasil dibuat. Alat tersebut diberi nama COVENT-20. Kabar baiknya alat tersebut telah dinyatakan lulus uji klinis manusia untuk mode ventilasi CMV (Continuous Mandatory Ventilation) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dari Kementerian Kesehatan RI, pada 15 Juni 2020 lalu.

Setelah dinyatakan lulus uji klinis, tim Ventilator UI sedang menyelesaikan tahapan akhir produksi dengan industri sesuai dengan standar produksi alat kesehatan. Sehingga dapat didistribusikan ke rumah sakit rujukan COVID-19.

Rencananya pada tahap awal, UI akan memproduksi 300 unit ventilator COVENT-20. Sementara dana pembuatannya diperoleh dari hasil penggalangan donasi terhadap beberapa perusahaan dan komunitas di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI. UI sendiri sudah menerima permintaan dari 180 Rumah Sakit seluruh Indonesia.

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro menuturkan, COVENT-20 merupakan wujud nyata komitmen UI dalam mendukung penanggulangan COVID-19 di Indonesia. Ini merupakan bagian dari bakti UI sebagai peneliti untuk mempersembahkan riset yang tidak hanya membantu perkembangan sains dan teknologi “Tetapi juga riset dan inovasi yang mendorong kemandirian bangsa dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” kata Ari Kuncoro sebagaimana dilansri dari laman UI belum lama ini

Sementara Dekan Fakultas Teknik Hendri D.S. Budiono, menjelaskan uji klinis pada manusia yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap. Pertama adalah uji klinis untuk mode ventilasi CPAP pada pasien dewasa yang dirawat di IGD RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUI dalam periode Mei 2020. Kedua uji klinis untuk mode ventilasi CMV dilakukan di Pusat Simulasi Respirasi, Rumah Sakit Pusat Persahabatan pada tanggal 3 Juni 2020, sesuai dengan protokol uji dari Kementerian Kesehatan RI.

Menurutnya hasil uji klinis ini membuktikan bahwa kedua fungsi COVENT-20 berjalan dengan sangat baik dan direkomendasikan untuk digunakan pada penanganan pasien.

Sedangkan Dekan Fakultas Kedokteran UI Prof Ari Fahrial Syam menyampaikan Salah satu faktor penyebab kematian pasien COVID-19 adalah keterbatasan ventilator. Karena itu Ventilator yang diciptakan oleh UI yang sudah dapat izin produksi dari Kemenkes bisa menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan ventilator sehingga dapat mencegah kematian.

Salah satu anggota tim dokter COVENT-Andi Ade Wijaya Ramlan menjelaskan Ventilator buatan UI ini mampu memberikan ventilasi tekanan positif dengan mode CMV. Sehingga dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernafas dan perlu dikontrol oleh mesin. Sedangkan mode CPAP dapat membantu pemberian oksigen kepada pasien yang masih sadar dan bernafas spontan. Pasien yang dipilih untuk uji klinis adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sesuai persyaratan minimal subjek pasien dan protokol dari Tim Uji Klinis Alat Kesehatan Kemenkes

Sebelumnya, COVENT-20 dinyatakan lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, pada 29 April 2020. Kemudian pada 30 April 2020 menjalankan proses pra uji klinis pada hewan yang diselenggarakan di Indonesian Medical Education and Research Institute FKUI (IMERI FKUI).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like