Gugus Tugas Gandeng Organisasi-Organisasi Keagamaan Tekan Penyebaran Covid-19

By

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggandeng organisasi-organisasi keagamaan untuk menekan penyebaran Covid-19 saat beradaptasi kebiasaan baru. Ini terkait adanya kebijakan masyarakat yang berada di zona hijau dan kuning dapat kembali melakukan aktivitas di ruang publik, salah satunya tempat ibadah.

Hal itu dibahas ketika dilakukan pertemuan antara Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dengan perwakilan organisasi keagamaan Indonesia di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (16/6/2020) sore.

Pertemuan sebagai respons perkembangan di bidang keagamaan di tengah pandemi Covid-19 itu bertujuan mendapatkan masukan sekaligus melihat kesiapan berbagai organisasi keagamaan dalam memasuki kebiasaan baru.

“Kami berharap organisasi keagamaan ikut berperan dengan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebab pendekatan keagamaan dipandang lebih dipatuhi oleh masyarakat,” ungkap Doni Monardo, didampingi Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, pada siaran pers BNPB yang diterima Rabu (17/6/2020) pagi.

Doni yang juga Kepala BNPB, mencontohkan adanya beberapa kasus positif Covid-19 dari beberapa kegiatan terkait keagamaan di berbagai tempat. Inilah yang dipandang perlu strategi bersama dari para tokoh-tokoh agama ini agar masyarakat mau mengubah perilakunya, khususnya ketika berada di tempat-tempat ibadah.

Perwakilan-perwakilan dari organisasi keagamaan yang hadir saat itu menyebut mereka tentunya mengedepankan protokol kesehatan.

Perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Heri Wibowo, menyebut semangat yang diusung adalah disiplin pada protokol kesehatan.

“Gereja taat pada aturan pemerintah. Kami masih persiapkan secara teliti dan ketat dalam penyelenggaraan ibadah di gereja,” ungkap Romo Heri.

Perwakilan Walubi, yang merupakan wadah berkumpul umat Buddha di Indonesia, Bhikkhu Sannano mengatakan pihaknya belum melakukan kegiatan apapun saat ini, ibadah masih dilaksanakan daring. Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, termasuk organisasi keagamaan lainnya.

Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu BT mengatakan bahwa tingkat disiplin masyarakat perlu mendapat perhatian.

“Perlu sosialialisasi menggunakan bahasa yang sederhana dan yang menyampaikan tidak hanya dari tokoh agama tapi semua pihak terlibat,” kata dia.

Sementara, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), yang diwakili Pendeta Jacky, mengatakan sejak awal pihaknya mengemas narasi besar, di mana prinsip gereja hadir untuk merawat kehidupan.

“Gereja harus jadi pusat edukasi dan literasi, sehingga segala risiko Covid-19 harus dihindari para jemaat,” kata Pendeta Jacky.

Pertemuan sore itu kemudian dilanjutkan dengan teken nota kesepahaman antara Gugus Tugas Nasional dengan organisasi keagamaan. Salah satu poin disebutkan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 disisipkan dalam kegiatan keagamaan.

Para tokoh agama yang hadir berasal dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Ketua Permabudhi, Dharma Budhi, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia.

 

FOTO: DOK. BNPB

Pertemuan perwakilan organisasi-organisasi keagamaan Indonesia dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (16/6/2020) sore.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like