ayam-geprek-bensu

Perseteruan Ayam Geprek-nya Bensu

By

Beberapa hari terakhir media disuguhi berita Ruben Onsu. Setelah kerusupan dan kontroversial anak angkat, kini Ruben meramaikan perkara ayam geprek. Mahkamah Agung beberapa hari lalu menolak gugatannya terkait pendaftaran merk dagang Geprek Bensu karena sama dengan I Am Geprek Bensu milik PT Ayam Geprek Benny Sujono. Masalah ini diperkarakan sejak September 2018 di mana Ruben mengajukan ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat. Ruben kalah dan ia pun naik banding ke Mahkamah Agung.

Ruben memang pernah menjadi brand ambassador I Am Geprek Bensu pada April 2017 atas tawaran adiknya, Jordi Onsu yang menjadi manager operasional. Ia menerima tawaran tersebut dengan syarat ia mempekerjakan satu karyawannya di dapur. Namun empat bulan setelahnya, Ruben menarik karyawannya dan menghentikan kerjasama. Ia lalu membentuk Geprek Bensu sendiri dengan resep yang sama persis.

Ruben sempat mensomasi PT Ayam Geprek Benny Sujono agar menghapus nama “Bensu” yang berakhir ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat pada September 2018. Sebelumnya, Ruben mendaftarkan nama “Bensu” sebagai kepanjangan Ruben Samuel Onsu ke pihak HAKI pada Mei 2018.

Dalam beberapa pembelajaran memang kita terbiasa melakukan ATM, Amati, Tiru dan Modifikasi. Alih-alih melakukan modifikasi, Bensu justru melakukan ATM yang lain, Amati, Tiru, Mensosmasi. Hal ini juga yang dilihat oleh pengadilan hingga Mahkamah Agung. Akhirnya, Bensu menerima kerugian di mana MA justru meminta Ditjen HAKI menghapus merk dagang Geprek Bensu. Padahal metode ATM, modifikasi sebagai bagian dari menghargai pemikiran orang lain dalam mewujudkan suatu ide.

Beberapa waktu lalu, kasus yang mirip terjadi juga di YouTube. Kekeyi Rahmawati Putri menjadi trending satu dengan lagu “Keke Bukan Boneka”. Tak lama kemudian, Rini Idol mengatakan bahwa lagu tersebut meniru lagunya yang berjudul “Aku Bukan Boneka”. Setelah protes Rini di media sosial, Sony Music melakukan tindakan dengan meminta YouTube menurunkan video tersebut. Hal ini mengundang reaksi dari banyak netizen.

Sebelumnya, banyak Youtuber juga memprotes akun-akun anonim seperti calon sarjana, infia fact dan akun-akun gosip yang menggunakan materi orang lain sebagai footage mereka. Sebagai dampaknya, akun calon sarjana menghilang awal tahun lalu atas pelanggaran HAKI.

Meniru atau mencontek tanpa modifikasi memang nampak lebih mudah karena tak perlu mengubah apapun dan tinggal melakukan prosesnya. Seringkali ide baru hanya menjadi perkara pasca ide tersebut mendapat keuntungan. Meksipun sebenarnya ide adalah masalah keadilan berpikir terhadap hasil pemikiran orang lain dimana kita pun sering menyadarinya setelah dipermasalahkan.

Yuk, kita mulai jujur atas karya orang lain!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like